Pemkab Badung Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Akhir Tahun, Jaga Stabilitas Harga

Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah, menjaga stabilitas harga, dan ketahanan ekonomi. Langkah antisipasi ini penting jelang momentum keagamaan dan akhir tahun.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Badung Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Akhir Tahun, Jaga Stabilitas Harga
Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat Pengendalian Inflasi Badung dengan menjaga stabilitas harga dan ketahanan ekonomi daerah, khususnya menjelang momentum keagamaan dan akhir tahun. Bagaimana strategi mereka? (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, secara aktif memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga komoditas pokok serta memperkuat ketahanan ekonomi di wilayah tersebut. Upaya ini menjadi krusial dalam mengantisipasi potensi gejolak harga menjelang perayaan keagamaan dan akhir tahun.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan pentingnya langkah antisipasi dan preventif yang berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar fluktuasi harga dapat diminimalisir, memastikan ketersediaan pasokan, dan menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum peningkatan kebutuhan. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini.

Adi Arnawa mengungkapkan bahwa tingkat inflasi di Kabupaten Badung saat ini masih terjaga dan berada pada posisi terkendali. Capaian positif ini merupakan hasil dari kerja sama erat antara berbagai pihak yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta evaluasi berkelanjutan.

Pemkab Badung terus melakukan evaluasi mendalam untuk mengidentifikasi berbagai potensi permasalahan. Fokus utama adalah isu distribusi pasokan bahan pokok, koordinasi antarinstansi, serta pengendalian harga komoditas strategis, terutama menjelang perayaan besar keagamaan dan musim liburan akhir tahun. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali.

Berdasarkan laporan dari Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk memperkuat sektor pertanian dan ekonomi kreatif. Selain itu, peningkatan ketahanan pangan juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang daerah. Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan lembaga dan perangkat daerah yang tergabung dalam TPID. “Kami berterima kasih atas sinergi dan kerja keras seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan ini.

Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Badung, AA Sagung Rosyawati, mengidentifikasi sejumlah tantangan signifikan dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Tantangan tersebut meliputi terbatasnya kapasitas produksi pangan lokal, kerentanan sektor pertanian terhadap perubahan iklim ekstrem, serta efisiensi distribusi pasar yang masih perlu ditingkatkan.

Selain itu, peningkatan kebutuhan masyarakat seiring pertumbuhan pariwisata, khususnya saat hari besar keagamaan dan musim liburan, juga menjadi faktor pemicu inflasi. Kondisi ini menuntut Pemkab Badung untuk lebih sigap dalam mengelola pasokan dan permintaan agar tidak terjadi kelangkaan atau kenaikan harga yang drastis.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemkab Badung menerapkan strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan “4K+1”. Strategi ini mencakup ketersediaan pasokan yang memadai, kelancaran distribusi barang, keterjangkauan harga bagi masyarakat, komunikasi yang efektif kepada publik, serta pemberdayaan masyarakat lokal untuk mendukung kemandirian ekonomi. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih stabil dan berdaya tahan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi