Akad Massal FLPP: Tonggak Penting Percepatan Perumahan Nasional
Kepala Staf Kepresidenan menilai akad massal FLPP menjadi tonggak penting dalam percepatan perumahan nasional, membuka akses rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 50.030 unit telah sukses diselenggarakan. Acara penting ini berlangsung secara hybrid pada Sabtu (20/12) dan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyoroti kegiatan ini sebagai tonggak penting dalam upaya pemerintah. Tujuannya adalah mempercepat pencapaian target perumahan nasional, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pelaksanaan akad massal ini melibatkan 11 bank penyalur di lokasi acara dan 39 bank penyalur secara daring. Total 110 titik di 33 provinsi seluruh Indonesia turut serta dalam pelaksanaan akad ini, menunjukkan jangkauan program yang luas.
Peran Strategis Akad Massal FLPP dalam Target Perumahan Nasional
Muhammad Qodari, Kepala Staf Kepresidenan, menegaskan bahwa akad massal KPR FLPP ini merupakan milestone penting bagi sektor perumahan. Ia menyatakan, “Ini adalah satu milestone lagi dari Kementerian PKP untuk mewujudkan target-target perumahan dari Pak Ara,” ujar Muhammad Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Pemerintah saat ini memiliki ambisi besar di sektor perumahan, meliputi pembangunan rumah baru hingga renovasi rumah. Pada pelaksanaan kali ini, fokus utama diarahkan pada pembangunan rumah melalui mekanisme subsidi FLPP.
Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dirancang untuk mempermudah akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. Program ini secara khusus menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat memiliki hunian layak dan terjangkau.
Jangkauan dan Dampak Sosial Program FLPP
Akad massal yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) ini melibatkan 50.030 unit FLPP. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan serah terima kunci rumah kepada para penerima manfaat.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan acara tersebut dan secara simbolis menyerahkan kunci kepada sembilan perwakilan MBR. Mereka berasal dari berbagai profesi, seperti guru honorer, penyandang disabilitas tunanetra, pedagang kopi keliling, pengemudi ojek online, penjaga ruang jenazah, buruh, dai, nelayan, dan tukang cukur.
Muhammad Qodari menekankan bahwa program subsidi perumahan ini benar-benar menyasar kalangan menengah ke bawah. Hal ini terlihat dari beragamnya profesi penerima manfaat yang hadir secara langsung maupun melalui sambungan daring.
Partisipasi 11 bank penyalur di lokasi acara dan 39 bank penyalur secara online menunjukkan skala besar program ini. Sebanyak 49.730 akad dilakukan secara daring di 110 titik di 33 provinsi seluruh Indonesia, memastikan pemerataan akses.
Sumber: AntaraNews