Realisasi FLPP BP Tapera Capai Rekor Tertinggi, 263 Ribu Unit Rumah Tersalurkan
BP Tapera mencatat realisasi FLPP mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, menyalurkan 263.017 unit rumah hingga akhir tahun 2025, menunjukkan tingginya minat KPR subsidi bagi MBR.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai rekor baru. Realisasi ini tercatat hingga 19 Desember 2025 dengan total 263.017 unit rumah.
Angka fantastis ini senilai Rp32,67 triliun dan disalurkan melalui 39 bank penyalur. Program ini didukung oleh 22 asosiasi pengembang serta 7.998 pengembang di seluruh Indonesia.
Rumah subsidi ini tersebar luas di 12.981 perumahan yang mencakup 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota. Pencapaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap KPR subsidi.
Tingginya Minat KPR Subsidi dan Rekor Penyaluran FLPP
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menegaskan bahwa KPR subsidi terbukti laris manis menjelang akhir tahun 2025. Banyak MBR menyatakan minat kuat untuk memperoleh KPR subsidi ini.
Data realisasi FLPP tahun 2025 ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah program tersebut sejak diluncurkan pada tahun 2010. Ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi ekosistem perumahan dalam mencapai target.
Total 263.017 unit rumah yang disalurkan melibatkan peran aktif dari 39 bank penyalur dan dukungan ribuan pengembang. Jangkauan program yang luas hingga ke berbagai pelosok daerah membuktikan efektivitasnya.
Tren Peningkatan dan Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Realisasi FLPP
Penyaluran dana FLPP menunjukkan tren penguatan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun sempat mengalami penurunan. Pada tahun 2020, penyaluran mencapai 109.253 unit dan terus meningkat menjadi 178.728 unit pada 2021.
Tahun 2022 mencatat 226.000 unit dan 2023 sebanyak 229.000 unit, namun sempat turun menjadi 200.300 unit pada 2024. Peningkatan signifikan realisasi FLPP di tahun 2025 ini mengindikasikan pemulihan dan percepatan.
Penguatan penyaluran pembiayaan perumahan bagi MBR ini didorong oleh percepatan kolaborasi lintas sektor. Kerja sama antar pemangku kepentingan ekosistem perumahan menjadi kunci keberhasilan.
Heru Pudyo Nugroho mengapresiasi dukungan ekosistem perumahan atas pencapaian rekor tertinggi ini. Ia berharap kinerja penyaluran dana FLPP akan semakin cemerlang pada tahun 2026.
Dukungan Pemerintah dalam Program Perumahan Rakyat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyatakan bahwa Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah. Ini merupakan bagian dari program pemerintahan Presiden Prabowo di sektor perumahan.
FLPP adalah program subsidi pembiayaan perumahan yang diberikan oleh pemerintah untuk membantu MBR membeli rumah dengan skema KPR bersubsidi. Sementara itu, KPP adalah kredit pembiayaan modal kerja atau investasi.
KPP diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baik individu maupun badan usaha. Tujuannya adalah mendukung pencapaian program prioritas di bidang perumahan.
Maruarar Sirait menegaskan bahwa kemudahan akses kepemilikan hunian bagi MBR menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
Sumber: AntaraNews