Realisasi FLPP BP Tapera Capai 219 Ribu Unit Rumah per November, Komitmen Pemerintah untuk Hunian Terjangkau
BP Tapera mencatat Realisasi FLPP mencapai 219.111 unit rumah per 7 November 2025, menunjukkan peningkatan signifikan. Ini wujud komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 219.111 unit rumah. Data ini tercatat per tanggal 7 November 2025, menunjukkan progres signifikan dalam program hunian. Pencapaian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan akses perumahan layak bagi masyarakat.
Angka tersebut menandai peningkatan sebesar 18,6 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Peningkatan ini merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan rakyat. Hal ini juga menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap program subsidi perumahan.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyebut adanya peningkatan alokasi kuota FLPP menjadi 350.000 unit tahun ini. Hal ini menegaskan kepedulian Presiden Prabowo terhadap sektor hunian bagi masyarakat. Alokasi yang lebih besar diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Indonesia.
Peningkatan Alokasi dan Komitmen Pemerintah
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menegaskan bahwa program FLPP rumah subsidi adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah. Ini menunjukkan dukungan kuat Presiden Prabowo dalam sektor perumahan. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki akses terhadap hunian layak.
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan program subsidi pembiayaan perumahan yang digagas pemerintah. Tujuannya adalah membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat membeli rumah. Skema KPR bersubsidi ini menjadi solusi krusial dalam mengatasi masalah kepemilikan hunian di Indonesia.
Pemerintah menyediakan dana murah kepada bank penyalur melalui FLPP. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan rumah dengan suku bunga rendah, uang muka ringan, dan tenor pinjaman yang panjang. Ini sangat meringankan beban finansial calon pembeli, menjadikan impian memiliki rumah semakin realistis.
Keuntungan Program FLPP bagi Masyarakat
Pengelolaan program FLPP sepenuhnya dilaksanakan oleh BP Tapera, memastikan transparansi dan efisiensi dalam penyalurannya. Program ini telah berjalan sejak tahun 2010 dan terus diperbarui sesuai kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Tujuannya adalah menyediakan hunian yang terjangkau dan berkualitas bagi MBR di seluruh Indonesia.
Masyarakat yang mendapatkan KPR FLPP akan menikmati berbagai keuntungan finansial yang signifikan. Salah satunya adalah suku bunga tetap sebesar 5 persen per tahun, berbeda dengan KPR komersial yang suku bunganya fluktuatif. Keuntungan ini memberikan kepastian cicilan jangka panjang dan perlindungan dari kenaikan suku bunga pasar.
Selain itu, program ini menawarkan tenor kredit hingga 20 tahun, membuat cicilan rumah menjadi lebih ringan dan terjangkau setiap bulannya. Uang muka KPR FLPP juga sangat ringan, bahkan bisa dimulai dari 1 persen dari harga rumah, tergantung kebijakan bank penyalur. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi MBR untuk memiliki rumah pertama mereka.
Penerima FLPP juga dibebaskan dari premi asuransi dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang secara signifikan mengurangi total biaya kepemilikan rumah. Program ini bekerja sama dengan banyak bank penyalur, baik bank nasional maupun bank daerah. Kerjasama ini memperluas akses masyarakat di berbagai wilayah untuk mendapatkan fasilitas KPR FLPP.
Sumber: AntaraNews