Airlangga Klaim Dirjen Bea Cukai Baru Letjen Djaka Sudah Mundur dari TNI
Airlangga menyebut, Letjen Djaka Budi Utama telah berstatus sebagai Purnawirawan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa Letnan Jenderal (Letjen) Djaka Budi Utama yang baru dilantik sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai bukan sebagai anggota TNI aktif. Airlangga menyebut, Letjen Djaka Budi Utama telah berstatus sebagai Purnawirawan.
"Sudah selesai. Jadi Purnawirawan," ujar Airlangga saat dikonfirmasi awak media usai mengikuti acara Pelantikan Pejabat Eselon 1 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/5).
Airlangga kembali menegaskan bahwa Dirjen Bea Cukai Djaka Budi sudah berstatus Purnawirawan TNI saat ditanya apakah yang bersangkutan telah menyelesaikan prosedur pengunduran diri. Dia pun agar status Dirjen Bea Cukai Djaka Budi tidak lagi dipermasalahkan.
"Purnawirawan. Jadi enggak ada masalah. Sip lah," tegasnya.
Sebelumnya, publik mempertanyakan status keanggotaan TNI Letjen Djaka Budi Utama yang ditunjuk Prabowo sebagai Dirjen Bea Cukai. Publik menyayangkan jika Anggota TNI aktif diberikan jabatan sipil di bidang ekonomi strategis.
Sosok Letjen Djaka Budi
Letnan Jenderal TNI Djaka Budi Utama lahir di Jakarta pada 9 November 1967. Dia adalah seorang perwira tinggi TNI-AD dengan rekam jejak karier yang panjang dan beragam, baik di bidang militer maupun sipil.
Djaka Budi merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1990 dari kecabangan Infanteri, khususnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pendidikan SMA-nya ditempuh di SMA Negeri 39 Jakarta, lulus pada tahun 1986.
Selain itu, dia juga mengikuti berbagai pendidikan militer lanjutan, termasuk Sekolah Spesialisasi Cabang Infanteri (Sesarcabif) dan Pendidikan Dasar Para TNI-AD (Dik PARA).
Namanya sempat tercatat sebagai anggota Tim Mawar pada periode 1997-1998. Kiprahnya di dunia militer terus menanjak hingga akhirnya dipercaya memegang berbagai jabatan strategis.
Karir Militer Gemilang
Karir militer Letjen Djaka Budi Utama terbilang sangat gemilang. Hal ini dibuktikan dengan berbagai jabatan strategis yang pernah diembannya.
Beberapa jabatan penting yang pernah dipegangnya antara lain Komandan Batalyon Infanteri 115/Macan Lauser (2004-2007), Komandan Kodim 0908/Bontang, dan Komandan Korem 012/Teuku Umar (2016-2017).
Selain jabatan-jabatan tersebut, Djaka Budi juga pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Intelijen dan Keamanan TNI Angkatan Darat (Danpusintelad) pada tahun 2017-2018.
Kemudian, dia juga sempat menjadi Wakil Asisten Kepala Staf Angkatan Darat (Waaspam Kasad) pada periode 2018-2020.
Perjalanan Karir di Bidang Sipil
Selain malang melintang di dunia militer, Letjen Djaka Budi juga memiliki pengalaman di bidang sipil. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura (Kasdam XII/Tanjungpura) pada tahun 2020-2021.
Setelah itu, dia dipercaya untuk mengisi jabatan Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) dari tahun 2021 hingga 2023.
Pada tahun 2023, dia sempat menduduki posisi Perwira Staf Ahli Tingkat III Panglima TNI bidang Ekonomi, Keuangan, dan Perdagangan (Ekkudag). Kemudian, dia juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI dan Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Sosial Budaya, Hukum, HAM dan Narkoba Panglima TNI.
Sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budi sempat menjabat sebagai Asisten Intelijen Panglima TNI (Asintel Panglima TNI) pada tahun 2023 dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Irjen Kemhan) pada tahun 2024.
Jabatan terakhir yang diembannya sebelum menjadi Dirjen Bea dan Cukai adalah Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN), yang mulai diisi sejak Oktober 2024.