Letjen Djaka Budi Utama Resmi Jadi Dirjen Bea Cukai, Punya Kekayaan Hampir Rp5 Miliar dan Utang Rp258 Juta
Penunjukan Djaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea Cukai merupakan langkah signifikan dalam mengisi posisi strategis di Kementerian Keuangan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara resmi melantik Letjen Djaka Budi Utama sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, menggantikan Askolani. Acara pelantikan berlangsung tertutup di kantor Kementerian Keuangan yang terletak di Jakarta Pusat pada hari Jumat, 23 Mei 2025.
Penunjukan Djaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea Cukai merupakan langkah signifikan dalam mengisi posisi strategis di Kementerian Keuangan, terutama dalam rangka memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai. Saat ini, Letjen TNI Djaka Budi Utama menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Oktober 2024.
Letjen TNI Djaka Budi Utama diketahui memiliki total harta kekayaan sebesar Rp4,7 miliar. Informasi ini berdasarkan pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada bulan Juni 2024.
Harta kekayaan Djaka terdiri dari aset tanah dan bangunan yang mencapai Rp3,58 miliar. Rinciannya, tanah seluas 2.330 m² di Kabupaten/Kota Tangerang Selatan senilai Rp 2,4 miliar dan aset tanah serta bangunan seluas 383 m²/200 m² di Kabupaten/Kota Bogor senilai Rp 1,2 miliar.
Selain itu, Djaka juga memiliki satu unit mobil yang dihargai Rp256 juta, serta aset kas dan setara kas yang bernilai Rp769 juta. Harta lainnya tercatat senilai Rp347 juta, sementara utangnya mencapai Rp258 juta. Dengan demikian, total harta Djaka Budi Utama tercatat mencapai Rp4.703.334.767.
Siapakah Djaka Budi Utama?
Dikutip dari laman p2k.stekom.ac.id, Letjen TNI Djaka Budi Utama adalah seorang perwira tinggi aktif di TNI yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Oktober 2024. Pria yang lahir di Jakarta pada 9 November 1967 ini merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1990 dan memiliki latar belakang di satuan elit Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Selama kariernya, Djaka telah menduduki berbagai posisi penting, termasuk sebagai Deputi di Kemenko Polhukam dari Agustus 2021 hingga Juni 2023, serta staf ahli di lingkungan TNI dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan. Ia dikenal memiliki keahlian dalam bidang intelijen, politik domestik, dan pengawasan internal di instansi pemerintah.
Meskipun pernah terlibat dalam proses hukum di Mahkamah Militer pada tahun 1999 dan dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan, Djaka tetap melanjutkan karir militernya dan tidak diberhentikan dari dinas. Rekam jejaknya di berbagai institusi menunjukkan keterlibatannya dalam pengambilan kebijakan strategis yang melibatkan berbagai sektor.
Riwayat Jabatan
Berikut adalah rincian mengenai riwayat jabatan yang pernah dipegang oleh Letjen Djaka. Dalam karir militernya, dia menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 115/Macan Lauser dari tahun 2004 hingga 2007.
Selanjutnya, dia juga menjabat sebagai Komandan Kodim 0908/Bontang, meskipun tanggal spesifiknya tidak tersedia. Dari tahun 2016 hingga 2017, dia menjabat sebagai Komandan Korem 012/Teuku Umar, dan kemudian sebagai Komandan Pusat Intelijen Angkatan Darat (Danpusintelad) dari tahun 2017 hingga 2018.
Selain itu, dia juga menjabat sebagai Wakil Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat (Waaspam Kasad) antara tahun 2018 dan 2020, serta sebagai Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura dari 2020 hingga 2021.
Di bidang sipil dan pemerintahan, Letjen Djaka menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri di Kemenko Polhukam dari tahun 2021 hingga 2023. Di tahun 2023, dia menjadi Penasehat Ahli Tingkat III untuk bidang Ekonomi, Keuangan, dan Perdagangan (Ekkudag) di Panglima TNI.
Selain itu, dia juga menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI dan Penasehat Ahli Tingkat III untuk bidang Sosial, Budaya, Hukum, HAM, dan Narkoba di tahun yang sama. Pada bulan November 2023 hingga Juni 2024, ia menjabat sebagai Asisten Intelijen Panglima TNI, dan dilanjutkan sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan dari Juni 2024 hingga Oktober 2024. Saat ini, dia menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Oktober 2024.