2 Skema Rusun Warga Bantaran Rel Senen
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa terdapat dua skema yang direncanakan untuk pembangunan rumah susun (rusun).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Menteri PKP) Maruarar Sirait menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan rumah susun (rusun) untuk masyarakat yang tinggal di bantaran rel di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Dia mengungkapkan bahwa akan ada dua skema yang akan segera diambil keputusan. Ara, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kedua skema tersebut dapat melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Perum Perumnas serta pihak swasta melalui Yayasan Buddha Tzu Chi.
Bangunan rusun tersebut direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare (ha) yang dimiliki oleh PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports.
"Kita bersinergi antara pemerintah pusat, Kementerian PKP, Danantara, BP BUMN, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota. Yang pasti rusun ini akan segera dibangun. Perizinan akan dibantu sepenuhnya oleh pemerintah daerah," ujar Ara, di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (29/3/2026).
Dia menegaskan bahwa terdapat beberapa alternatif skema pembangunan rusun yang sedang dalam pembahasan.
Alternatif pertama adalah pembangunan yang akan dilakukan oleh Perum Perumnas sebanyak 1.000 unit dalam dua tower.
Sumber pembiayaannya akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta dukungan subsidi dan penyediaan utilitas seperti air dan listrik dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sementara itu, alternatif kedua melibatkan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang akan membangun sembilan tower dengan empat lantai, yang totalnya mencapai 690 unit hunian lengkap dengan fasilitas ruang komunal dan gedung serbaguna.
"Hari Rabu akan kita putuskan. Kan tinggal Senin, Selasa, Rabu tinggal 3 hari lagi," tegas Ara.
Biaya Sewa Murah
Pemerintah sebelumnya telah merencanakan pembangunan rumah susun (rusun) untuk warga bantaran rel di Senen, di atas lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports. Rusun tersebut nantinya akan disewakan kepada para penghuninya.
Lalu, berapa besar biaya sewa yang akan dikenakan?
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, memberikan bocoran mengenai estimasi biaya sewa yang akan dibayarkan oleh masyarakat penghuni rusun tersebut.
Meskipun belum ada angka pasti, Dony memastikan bahwa harga sewanya akan sangat terjangkau.
"Nanti kita sedang lihat strukturnya, tapi kemungkinan besar adalah akan kita sewa dengan sangat murah. Nah sehingga itu memungkinkan untuk saudara-saudara kita (warga bantaran rel Senen) menempati," ujar Dony, di kawasan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (29/3/2026).