Usai Kamp Pengungsian Gaza Dibombardir Israel, Pria ini Ditemukan Sedang Salat Subuh Meski Badannya Tertimpa Bangunan
Momen sedih seorang pria di Gaza tetap laksanakan sholat meski terjepit reruntuhan bangunan.
Momen sedih seorang pria di Gaza tetap laksanakan sholat meski terjepit reruntuhan bangunan.
Usai Kamp Pengungsian Gaza Dibombardir Israel, Pria ini Ditemukan Sedang Salat Subuh Meski Badannya Tertimpa Bangunan
Video sedih merekam momen evakuasi seorang warga Gaza yang tertimpa reruntuhan bangunan, dibagikan akun Instagram @handsfoundation.idn.Saat ditemukan oleh tim penyelamat, pria paruh baya itu tengah menunaikan ibadah sholat subuh dalam keadaan tubuhnya yang masih terjepit.
Pemandangan haru itupun langsung viral dan mendapat beragam komentar dari warganet. Simak ulasan selengkapnya:
Pria Dievakuasi saat Sedang Sholat
Dalam video yang dibagikan, terlihat seorang pria paruh baya terjepit di antara reruntuhan bangunan.
Pasukan zionis Israel disebut melakukan serangan ke tempat di mana pria tersebut berlindung.
Saat ditemukan oleh tim penyelamat, pria tersebut tengah melaksanakan sholat subuh dengan kondisi tubuhnya yang masih terjepit.
"Pria ini ditemukan sedang melaksanakan sholat subuh di bawah reruntuhan di Gaza setelah pasukan zionis membombardir tempatnya berlindung," tulis keterangan video.
Dengan suara lantang, pria paruh baya itu melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran di bawah reruntuhan.
Dari video terdengar dia tengah membaca surat An-Nur ayat 37-38 saat tim sedang berusaha menyelamatkannya.
"Tertampar banget buat kita yang masih sering lalai," tulis keterangan unggahan.
Dari keterangan video, disebutkan jika tim rescue akhirnya berhasil menyelamatkan pria paruh baya itu dari reruntuhan bangunan.
"Alhamdulillah beliau berhasil diselamatkan oleh team rescue. MasyaAllah begitu kuatnya iman warga Gaza," tulis keterangan.
Setelah dibagikan, unggahan itupun langsung viral di media sosial dan mendapat beragam komentar dari warganet.
Israel masih terus melakukan serangan-serangan ke wilayah Gaza, Palestina sejak 7 Oktober 2023 lalu.
Serangan brutal Israel ke wilayah kantong itu sudah menewaskan puluhan ribu korban jiwa dalam waktu kurang lebih delapan bulan lamanya.
Lebih dari 36.000 warga Palestina telah tewas di Gaza dengan jumlah korban paling banyak adalah perempuan dan anak-anak.
Setidaknya 82.959 orang juga terluka, termasuk 182 orang dalam satu hari terakhir, menurut angka terbaru.
Israel juga melakukan blokade terhadap bantuan yang datang.
Israel dilaporkan telah menjatuhkan sekitar 70.000 ton bom di Gaza.
Jumlah tersebut ternyata jauh melampaui gabungan bom yang digunakan selama Perang Dunia II.