Unik, Satu Kampung di Jawa Barat Tidak Pernah Makan Nasi Seumur Hidup 'Masih Sehat dan Bugar'
Berikut cerita satu kampung di Jawa Barat yang tidak pernah makan nasi seumur hidup.
Salah satu kampung di Jawa Barat sukses menjadi perhatian masyarakat luas. Bagaimana tidak, jika biasanya masyarakat merasa tidak bisa 'hidup' tanpa nasi, berbeda dengan kampung ini.
Masyarakat di kampung tersebut justru tidak pernah makan nasi. Meski begitu, mereka tetap makan karbohidrat namun dari sumber pangan lainnya.
Lantas bagaimana cerita satu kampung di Jawa Barat yang tidak pernah makan nasi seumur hidup? Melansir dari akun YouTube Petung Sewu, Jumat (9/5), simak ulasan informasinya berikut ini.
Tidak Pernah Makan Nasi
Pemilik akun YouTube Petung Sewu membagikan pengalamannya saat berkunjung ke sebuah kampung di Jawa Barat. Kampung yang bernama Kampung Cirene ini rupanya memiliki kebiasaan yang unik.
Bagaimana tidak, masyarakat di sana diketahui tidak pernah makan nasi. Menariknya, terdapat tuntunan bagi warga sekitar terkait makan nasi yang diletakkan di dinding. Tuntunan ini terlihat di gazebo yang berada di area masuk Balai Adat.
"Di sini ada tuntunan dari makan beras. Ini simbol sesepuh kami yang buat ini. Artinya semua ejaan kembali yang terakhir. Cirene dibuktikan walaupun tidak makan beras, ternyata diberikan kekuatan. Dari mana kekuatan itu? Dari Yang Maha Kuat. Ternyata Cirene punya makanan pokok lokal yang namanya dari umbi-umbian, termasuk dari singkong," jelas Abah Widi.
"Kalau orang lain makannya nasi beras, tapi kalau di sini nasinya nasi singkong. Nasi tiwul," lanjutnya.
Usia Senja Masih Terlihat Sehat
Meski tidak mengonsumsi nasi dari beras, masayrakat di sana tetap sehat dan bugar. Bahkan, masyarakat yang berusia senja pun juga masih tampak begitu sehat dan bugar.
"Usia Abah sekarang 63 tahun, dibuktikan tidak pernah makan beras ternyata diberikan kekuatan. Semua 60 kepala keluarga masih sehat. Sesepuh di sini rata-rata usianya meninggal sampai 80 tahun 90 tahun. Bahkan ada yang sampai 100 tahun," ungkap Abah.
"Tidak menyalahkan bahan, mungkin bisa terjadi dari kimia atau makanan-makanan yang lain. Apalagi dari beras, Abah tidak berharap semua orang yang makan beras bisa kena diabetes. Tapi ternyata kebanyakan sekarang diabetes kena kandungan beras itu sangat tinggi gulanya," paparnya.
Prinsip Tidak Makan Nasi
Walaupun Abah dan masyarakat di sana tidak mengonsumsi beras, namun mereka tak lantas menyalahkan keberadaan beras maupun masyarakat yang mengonsumsinya. Hal ini lantaran mereka percaya bahwa semua makanan yang diciptakan oleh Tuhan diperuntukan untuk kehidupan manusia.
"Hanya unsur menjaga tradisi, budaya. Karena kalau kita menyalahkan makanan, kan sekarang masih banyak orang yang butuh beras. Jadi tidak bisa menyalahkan makanan, karena kalau bisa menyalahkan makanan berarti menyalahkan yang menciptakannya. Tuhan menciptakan semua makanan untuk kehidupan manusia," paparnya.
Selain itu, Abah juga menjelaskan prinsip yang dipegang masayrakat untuk terus menaati tuntunan yang telah ada sejak dulu itu.
"Prinsipnya ingin merdeka lahir batin. Lahirnya, tidak mau ketergantungan dengan beras dari impor. Batinnya, ternyata hanya untuk bertahan hidup dan makan, kan banyak, bukan hanya beras," tambah Abah Widi.