Punya Gelar Doktor dari Oxford University, Pria ini Pilih Jadi Kurir Makanan
Berikut kisah pria yang punya gelar Doktor dari Oxford University tapi memilih jadi kurir makanan.
Raihlah cita-citamu setinggi langit. Tampaknya ungkapan tersebut menjadi motivasi pria asal China satu ini. Bagaimana tidak, Ia berhasil melanjutkan pendidikan di sejumlah kampur ternama.
Bukan hanya di China saja, Ia bahkan menjadi lulusan dari Oxford University. Alih-alih berprofesi sesuai pendidikannya, Ia justru memilih menjadi kurir makanan di China.
Lantas bagaimana kisah pria yang punya gelar Doktor dari Oxford University tapi memilih jadi kurir makanan? Melansir dari South China Morning Post, Selasa (8/7), simak ulasan informasinya berikut ini.
Lulusan Beberapa Kampus Ternama
Seorang pria di China berhasil mencuri perhatian publik. Bagaimana tidak, pria yang bernama Ding Yuanzhao (39) diketahui telah belajar di sejumlah kampus atau lembaga ternama dunia.
Pada tahun 2004, Ia menyelesaikan gelar Sarjananya di bidang kimia di Universitas Tsinghua. Ia bahkan memperoleh nilai hampir 700 dari 750 dalam ujian masuk universitas yang sangat kompetitif di China tersebut, yang dikenal sebagai gaokao.
Yuanzhao kemudian melanjutkan pendidikanna untuk meraih gelar magister. Kali ini, Ia lulus di bidang teknik energi dari Universitas Peking. Tidak tanggung-tanggung, pada saat bersamaan Ia juga memperoleh gelar doktor di bidang biologi dari Universitas Teknologi Nanyang di Singapura.
Belum berhenti di sana, Yuanzhao kembali memperoleh gelar magisternya. Luar biasanya, Ia memperoleh gelar magister di bidang keanekaragaman hayati dari Universitas Oxford di Inggris.
Sulit Dapat Kerja
Alih-alih kebanjiran tawaran pekerjaan, Yuanzhao justru mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan. Terlebih setelah kontrak pascadoktoralnya di di Universitas Nasional Singapura berakhir pada Maret tahun lalu.
Ia mengungkapkan bahwa telah mengirimkan banyak resume dan menghadiri lebih dari 10 wawancara. Akan tetapi, dirinya tidak berhasil mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
"Saya mengirimkan banyak CV dan menghadiri lebih dari 10 wawancara, tetapi tidak ada yang berhasil," ujarnya.
Lamar Kerja Jadi Kurir Makanan di Singapura
Yuanzhao tetap berusaha untuk mendapatkan pekerjaan. Hingga akhirnya Ia mendaftar sebagai kurir pengantar makanan di Singapura. Di mana Ia memperoleh sekitar 700 dolar Singapura (US$550) per minggu dengan bekerja 10 jam sehari.
"Ini pekerjaan yang stabil. Saya dapat menghidupi keluarga dengan penghasilan ini. Jika Anda bekerja keras, Anda dapat memperoleh penghasilan yang layak. Ini bukan pekerjaan yang buruk," ujar Yuanzhao berbagi di media sosial.
"Salah satu keuntungan mengantar makanan adalah Anda dapat berolahraga di waktu yang sama," tambah Yuanzhao yang merupakan penggemar berat lari.
Lebih lanjut, Ia memilih tidak bekerja sebagai guru privat untuk siswa muda. Hal ini karena Ia merasa terlalu malu untuk mencari siswa sendiri. Kini, Ia telah kembali ke China dan tetap bekerja sebagai kurir.
Diketahui, Yuanzhao bekerja sebagai pengantar makanan untuk Meituan di Beijing, sebuah platform e-commerce besar.