Pemuda Keturunan Indonesia Sambil Puasa Ramadhan Jalani Beratnya Tes Fisik Masuk Tentara Jerman, Sampai Menangis karena Sosok ini

Berikut cerita pemuda keturunan Indonesia sempat menangis saat jalani puasa sambil tes fisik masuk tentara Jerman.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Pemuda Keturunan Indonesia Sambil Puasa Ramadhan Jalani Beratnya Tes Fisik Masuk Tentara Jerman, Sampai Menangis karena Sosok ini
Pemuda Keturunan Indonesia Sambil Puasa Ramadhan Jalani Beratnya Tes Fisik Masuk Tentara Jerman (TikTok dw_nesia)

Banyak dari masyarakat Indonesia yang ingin menjadi seorang prajurit. Seperti halnya pemuda keturunan Indonesia ini. Ia berjuang sangat keras menjadi seorang tentara.

Bukan di Indonesia, Ia tergabung dalam Angkatan Bersenjata Jerman atau disebut juga sebagai Bundeswehr.

Di tengah tes fisik yang begitu berat, Ia tetap menjalani ibadah puasa Ramadhan. Perjalanan berat yang dilaluinya ini pun membuatnya sempat menangis karena ingat seseorang yang istimewa.

Lantas bagaimana cerita pemuda keturunan Indonesia sempat menangis saat jalani puasa Ramadhan sambil tes fisik masuk tentara Jerman? Melansir dari akun TikTok dw_nesia, Rabu (14/5), simak ulasan informasinya berikut ini.

Jalani Tes Angkatan Bersenjata Jerman

Pemuda Keturunan Indonesia Sambil Puasa Ramadhan Jalani Beratnya Tes Fisik Masuk Tentara Jerman
Pemuda Keturunan Indonesia Sambil Puasa Ramadhan Jalani Beratnya Tes Fisik Masuk Tentara Jerman TikTok dw_nesia

Seorang pria keturunan Indonesia bernama Axel berhasil mencuri perhatian publik. Bagaimana tidak, Ia tergabung dalam Angkatan Bersenjata Jerman atau disebut juga sebagai Bundeswehr.

Dalam video wawancaranya, Axel menceritakan bagaimana dirinya menjalankan rangkaian tes meski sudah menjadi tentara.

"Sekarang saya sudah tiga bulan di Bundeswehr. Setelah tiga bulan, ada tes. Kami sekarang tiga hari di luar, tidur di luar, kami jalan pakai ransel, kami jalan di area (hutan) sini," jelas Axel.

"Kami ada tes seperti melakukan pemetaan lapangan atau penyelamatan orang misal kalau ada orang yang kakinya patah atau tangannya berdarah, kami harus melakukan pertolongan medis. Ya, ini Abschlussprüfung (ujian akhir) namanya kalau di Jerman," lanjutnya.

Tetap Jalani Puasa

Pemuda Keturunan Indonesia Sambil Puasa Ramadhan Jalani Beratnya Tes Fisik Masuk Tentara Jerman
Pemuda Keturunan Indonesia Sambil Puasa Ramadhan Jalani Beratnya Tes Fisik Masuk Tentara Jerman TikTok dw_nesia

Menariknya, pria yang masih sangat fasih berbicara dalam Bahasa Indonesia ini tetap menjalani ibadah puasa Ramadhan. Tidak tanggung-tanggung, Axel yang merupakan seorang muslim ini juga tetap berpuasa meski tengah menjalani tes fisik yang cukup berat.

Ia pun mengungkapkan rutinitasnya selama berpuasa sembari menjalani tes fisik tersebut.

"Saya bangun jam 04.30, setelah itu saya bisa makan (sahur). Lalu salat Subuh jam 5, setelah itu kita keluar. Pulang lagi sekitar jam 5 sore, saya bisa mandi dan salat, saya bisa iftar (buka puasa)," ungkapnya.

Menangis karena Sosok ini

Pemuda Keturunan Indonesia Sambil Puasa Ramadhan Jalani Beratnya Tes Fisik Masuk Tentara Jerman
Pemuda Keturunan Indonesia Sambil Puasa Ramadhan Jalani Beratnya Tes Fisik Masuk Tentara Jerman TikTok dw_nesia

Meskipun terbiasa dengan kegiatan fisik yang berat, Axel tetap saja bisa merasa lelah. Apalagi, Ia mengaku pernah menangis.

Rupanya, Axel menangis karena rindu akan seseorang yang sangat istimewa bagi dirinya. Sosok tersebut tak lain adalah sang Ibu tercinta.

"Kalau saya menangis cuma gara-gara kangen sama mama. Kalau malam-malam setelah iftar saya sendirian, habis salat Isya saya di kasur. Saya sudah pernah menangis karena saya kangen sama mama," papar Axel.

"Kalau lihat di WhatsApp mama lagi iftar sendirian di rumah," tambahnya.

Alasan Gabung Angkatan Bersenjata Jerman

Pemuda Keturunan Indonesia Sambil Puasa Ramadhan Jalani Beratnya Tes Fisik Masuk Tentara Jerman
Pemuda Keturunan Indonesia Sambil Puasa Ramadhan Jalani Beratnya Tes Fisik Masuk Tentara Jerman TikTok dw_nesia

Dalam video lainnya di channel DW Indonesia, Axel berkesempatan untuk mengungkapkan alasannya bergabung dengan tentara Jerman atau Bundeswehr. Ia termotivasi dari kakeknya yang dulu juga merupakan anggota tentara Jerman.

“Bapaknya bapak saya (kakek) dulu juga di Bundeswehr, dinas tentara Jerman. Dia itu inspirasi saya buat bergabung dengan tentara Jerman,” ucap Axel.

Axel bergabung dengan Bundeswehr saat ia masih berusia 17 tahun. Keinginan itu ia sampaikan kepada sang ayah yang juga langsung menyetujui keinginan anaknya yang sedang semangat untuk menjadi tentara.

“Pas aku umurnya 17 saya bicara dengan bapak. Kemudian beliau bilang, Axel kalau mau gabung tentara Jerman ayo sekarang saja mumpung umurnya masih kecil,” jelasnya.

Keinginan untuk menjadi tentara Jerman sudah tumbuh di diri Axel sejak ia masih berusia 13 tahun. Ia sampai harus latihan sendiri di rumah demi bisa mewujudkan cita-citanya. Selain itu, saat usia 16 tahun, Axel juga ikut latihan boxing untuk mengasah kemampuan bela dirinya.

“Saya latihan sendirian dari umur 13. Umur 16, 17 saya boxing juga,” kata Axel.

@dw_nesia Bayangin kalau kamu harus tes ujian fisik untuk jadi tentara Jerman atau "Bundeswehr" di bulan Ramadan. Push-up, lari, berguling di tanah dari pagi sampai petang sambil perut keroncongan. Tapi yang bikin nangis Axel bukan karena lapar—tapi karena pria Jerman asal Klender, Jakarta ini teringat mamanya di rumah 😭💪 #DWRamadan #dwcapcus ♬ suara asli - DW Indonesia
Rekomendasi