Tidak Marah dan Emosi, Dedi Mulyadi Terima Nasihat Mendalam dari Bocah SMP 'Sing Adil ke Rakyat'
Gubernur Jawa Barat dinasihati oleh seorang bocah SMP untuk selalu adil ke rakyat.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mendapat nasihat dari seorang bocah Sekolah Menegah Pertama (SMP) saat melakukan blusukan ke Cianjur. Momen tersebut terekam dalam video di kanal Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.
Kedatangan Dedi juga disambut antusias oleh anak-anak sekolah yang berbaris di pinggir jalan. Mereka berebut untuk bersalaman dengan sang Gubernur. Salah satunya ialah seorang bocah SMP bernama Rizky.
"Namanya siapa kelas berapa sekarang? bapaknya kerja apa?," tanya Dedi.
"Rizky Matharib, kelas 2 SMP. Bapak enggak kerja. Saya markir di sana setelah sekolah sehari kadang dapat Rp20 ribu kadang Rp25 ribu," jawab Rizky.
Di tengah perbincangan mereka, Rizky memegang tangan Dedi Mulyadi sembari memberikan beberapa doa dan nasihat. Dia meminta agar sang gubernur selalu adil serta setia ke rakyat.
"Saya doakan bapak yang sehat, rezekinya banyak, sing adil ke rakyat, setia ke rakyat, jangan hanya ingin kepilih aja, kudu turun ke rakyat," kata Rizky kepada Dedi.
Dedi lalu meminta Rizky untuk ikut naik ke mobilnya. Dia juga mengaku berniat akan memberikan hadiah domba agar bocah kelas 2 SMP itu bisa beternak domba sebagai sambilan.
"Saya kasih domba ya tapi dirawat, tapi jangan dijual ya benar? Sudah kamu ikut naik ke mobil saya ayo. Benar mau pelihara domba?," kata Dedi.
"Nanti setelah sekolah, markir pulang markir langsung ngarit (cari rumput) ya. Kalau enggak ya setelah pulang sekolah ngarit. Ini Rp2,5 juta buat beli domba," tambahnya.
Diketahui, jika Dedi Mulyadi aktif menemui langsung warganya setelah dirinya resmi ditetapkan sebagai Gubernur Jabar periode 2025-2030.
Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan memperoleh 14.130.192 suara dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Dedi sendiri memang putra Jabar. Dia lahir di Subang pada 11 April 1971, dan merupakan lulusan dari Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman (sekarang Universitas Purwakarta) pada 1999.
Dia terjun ke dunia politik dengan menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta (2003-2008), kemudian Bupati Purwakarta selama dua periode (2008-2018), dan juga sempat menjadi Ketua DPD Golkar Jawa Barat.
Dedi juga sempat maju dalam Pilgub Jabar 2018, namun kalah. Dia kemudian maju sebagai anggota DPR periode 2019-2023 dari Partai Golkar, sebelum pindah ke Partai Gerindra.