Sungguh Kejam, Jumlah Warga Palestina di Gaza yang Dibunuh Israel Selama Perang dengan Iran Terungkap
Ada ratusan warga Gaza yang dibunuh oleh Israel di tengah perangnya dengan Iran.
Di tengah perangnya dengan Iran, Israel masih tetap menyerang dan membombardir warga Palestina di Gaza. Serangan itu dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menembakkan bom dari helikopter yang terbang di langit Gaza.
Diketahui beberapa serangan Israel terjadi di Khan Younis, Gaza tengah, dan kota Gaza utara. Serangan-serangan itu menimbulkan banyak korban yang berjatuhan dari warga Palestina
Tercatat ada ratusan warga Palestina di Gaza yang dibunuh Israel saat negeri zionis itu perang dengan Iran 12 hari. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Israel Bunuh 870 Warga Gaza Selama Perang dengan Iran
Mengutip Aljazeera, Rabu (25/6/2025), jika ada ratusan nyawa melayang di Gaza selama Israel melawan Iran. Selama 12 hari tersebut, dunia teralihkan dari genosida Israel di Gaza akibat perang Iran dan Israel yang juga melibatkan Amerika Serikat.
Saat Israel perang melawan Iran, warga Palestina di Gaza tetap dibombardir oleh Israel.
Menurut otoritas kesehatan di Gaza sedikitnya ada 870 warga Palestina yang meninggal dunia karena serangan Israel selama mereka berperang dengan Iran.
Hal itu semakin menambah jumlah korban warga Palestina di Gaza akibat serangan Israel. Tercatat, warga Palestina yang menjadi korban keganasan Israel seluruhnya kini mencapai sedikitnya 56.077 orang. Jumlah tersebut belum termasuk orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Dibunuh saat Mencari Makan
Pembunuhan terhadap warga Gaza itu sebagian terjadi saat mereka mencoba untuk mendekati titik bantuan di Kota Gaza. Hani Mahmoud mengatakan jika beberapa korban telah dibawa ke berbagai fasilitas kesehatan di Gaza.
"Korban dibawa ke berbagai fasilitas kesehatan, termasuk Rumah Sakit al-Shifa [di Kota Gaza]," kata Hani.
"Bangsal gawat darurat di sana berubah menjadi pertumpahan darah, dan banyak yang meninggal saat menunggu perawatan medis,” lanjutnya
Para saksi mata yang menyaksikan langsung kebengisan Israel dan kelompok kemanusiaan mengatakan bahwa banyak penembakan yang terjadi tanpa peringatan apapun.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric juga mengatakan dalam jumpa pers bahwa jumlah kematian warga Palestina disebutnya sebagai sebuah ‘kengerian yang terjadi di Gaza’.
"Orang-orang dibunuh hanya karena mencoba mendapatkan makanan karena sistem distribusi kemanusiaan yang dimiliterisasi tidak memenuhi prasyarat apapun untuk sistem kemanusiaan yang berfungsi, adil, independen, dan tidak memihak," katanya.
“Sudah saatnya para pemimpin di kedua belah pihak menemukan keberanian politik untuk menghentikan pembantaian ini,” lanjutnya.