Sering Bolos Masuk Kerja, Pria Ini Rela Urus Sang Ibu yang Sedang Sakit 'Karena Surga Ada di Telapak Kaki Ibu'
Meski bekerja, pria ini rela seringkali membolos hanya untuk menemani hingga merawat tatkala sang ibu tengah jatuh sakit.
Surga di telapak kaki ibu. Hal demikian menjadi prinsip luar biasa yang dipegang teguh oleh seorang sopir yang berlokasi di wilayah Jakarta Barat.
Meski bekerja, pria ini rela seringkali membolos hanya untuk menemani hingga merawat tatkala sang ibu tengah jatuh sakit. Semua hal itu dilakukan lantaran percaya jika keberkahan hidup dapat diperoleh dengan mudah melalui ridho sang ibu.
Lantaran hal ini, kondisi keuangan dirinya pun tak cukup baik. Hingga akhirnya, dia terpaksa menunggak membayar kontrakan hingga SPP dari buah hatinya sendiri. Meski dililit kesulitan, dia tak mengurungkan niat untuk berada dekat dengan sang ibu. Berikut ulasan selengkapnya.
Sopir Sering Bolos Kerja
Kisah tersebut tak lain merupakan milik seorang sopir di Jakarta Barat bernama Odang. Ceritanya diungkap pertama kali oleh pemilik kanal YouTube Abi Fatimah fahira melalui sebuah video singkat yang dibagikan beberapa waktu lalu.
Secara luar biasa, Odang bersedia meluangkan waktunya untuk sekadar menjaga sang ibu ketika jatuh sakit. Dia bahkan rela membolos kerja agar bisa merawat ibu.
“Saya mau merawat ibu karena surga di telapak kaki ibu. Demi ibu, saya rela bolos kerja. Tidak apa-apa, yang penting bisa mendapat keberkahan dan doa dari ibu,” ungkapnya.
Setelah sekian lama merawat, ibu tercinta dari Odang mengembuskan napas terakhirnya. Namun hingga sang ibu wafat, dia mengaku masih belum maksimal dalam merawat sang ibu di hari-hari terakhirnya.
“Sampai ibu wafat, saya masih merasa belum menjadi anak yang berbakti karena saya kurang maksimal merawat ibu,” tegasnya.
Upah Tak Cukupi Kebutuhan
Karena hal tersebut, Odang mengaku cukup kesulitan secara finansial. Profesi Odang setiap harinya sebagai sopir diakuinya tak mampu mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Bahkan saat Odang tak bekerja atau bolos untuk merawat ibu, dia hampir sama sekali tak memegang uang.
Pengabdiannya sebagai guru mengaji pun juga tak selalu mendatangkan uang. Terkadang dia harus rela jika dirinya tak mendapat upah. Meski demikian, dia mengaku tak berkecil hati. Sebab, semua dilakukannya secara ikhlas demi mendapat keberkahan dari Tuhan.
“Gaji sopir tidak UMR, dan jadi guru mengaji juga hanya kadang-kadang dibayar,” terangnya.
“Mau? Kenapa?” tanya sang pemilik video.
“Lillahi ta’ala, kit acari keuntungan di akhirat abi,” ucapnya.
Kesulitan demi kesulitan pun rela dihadapi Odang dan sang istri setiap harinya. Salah satu kesulitan terberat mereka saat ini yakni biaya sekolah putra-putri mereka sendiri. Sembari menangis sang istri mengaku, ada tunggakan biaya sekolah anak selama berbulan-bulan.
“Anak-anak saya nunggak SPP. Yang di negeri nunggak SPP lima bulan,” ceritanya.
“Kalau ada rezeki hari ini, pengen apa umi?” tanya sang pemilik video.
“Saya pengen pondok, SPP anak-anak, sama kontrakan juga. Pengen dagang sebenarnya tapi kehabisan modal,” ungkapnya.
Menjelang akhir video, pemilik video lantas memberi kejutan tak terduga. Pasangan suami istri inspiratif dengan keteguhan hati luar biasa itu mendapat bantuan uang tunai sejumlah Rp10 juta. Sembari berpelukan, Odang beserta sang istri tak kuasa menahan air mata haru.
“Ini alhamdulillah ada uang Rp10 juta dari donatur. Mohon diterima ya abi dan umi,”