Serba-serbi Ditunjuknya Paus Leo XIV, Paus Pertama dari AS Hingga 'Dikawal' Burung Larus
Paus Leo XIV, Kardinal Robert Francis Prevost, terpilih sebagai Paus ke-267, menandai sejarah sebagai Paus pertama dari Amerika Serikat.
Asap putih akhirnya muncul dari cerobong Kapel Sistine di Vatikan pada Kamis (8/5) pukul 18.07, menandakan Paus baru telah terpilih. Kapel Sistine adalah lokasi penyelenggaraan konklaf, yang berlangsung sejak Rabu (7/5).
Sejarah kembali ditorehkan Gereja Katolik dengan terpilihnya Paus Leo XIV, yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Francis Prevost. Ia menjadi Paus ke-267, sekaligus menandai tonggak sejarah sebagai Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat.
Dilansir New York Times, hasil konklaf memilih Kardinal Robert Francis Prevost sebagai Paus ke-267. Kardinal Prevost memilih nama Paus Leo XIV. Prevost adalah Paus kedua yang berasal dari luar Eropa.
Sorotan dunia pun langsung mengarah ke Vatikan untuk melihat sosok pemimpin baru umat Katolik dunia. Kemunculan Paus Leo XIV pun dinantikan seluruh umat yang telah menunggu di halaman Basilika Santo Petrus.
Terlebih ada banyak informasi yang tidak diketahui terkait sosok Paus Leo XIV dan pelantikannya. Seperti apa? Berikut serba-serbi ditunjuknya Paus Leo XIV dikutip dari berbagai sumber.
Lulusan Matematika
Pendidikan formal Paus Leo XIV tidak hanya sebatas gelar akademik. Ia memiliki gelar Bachelor of Science dalam matematika dari Universitas Villanova, menunjukkan dasar intelektual yang kuat.
Selain itu, ia juga memperdalam pemahamannya tentang teologi dengan meraih gelar Master of Divinity dari Catholic Theological Union. Kombinasi latar belakang matematika dan teologi ini menunjukkan kemampuan analitis dan pemahaman mendalam tentang ajaran Gereja.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia mengabdikan diri sebagai misionaris di Peru. Ia menjabat sebagai kanselir di Prelatur Teritorial Chulucanas dan memimpin seminari Agustinus di Trujillo, menunjukkan kepemimpinan dan dedikasi dalam pelayanannya.
Sebelum terpilih sebagai Paus, ia menjabat posisi penting di Vatikan sebagai prefek Dikasteri untuk para Uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. Posisi ini menunjukkan kepercayaan Paus Fransiskus terhadap kemampuan dan kepemimpinannya.
WN Amerika Serikat Pertama jadi Paus
Terpilihnya Paus Leo XIV merupakan peristiwa bersejarah bagi Gereja Katolik. Ia adalah Paus pertama dari Amerika Serikat, sekaligus Paus pertama dari Amerika Utara dan Paus pertama yang berasal dari dunia berbahasa Inggris sejak Paus Adrianus IV. Ini menandai babak baru dalam sejarah Gereja, yang menunjukkan globalisasi dan keberagaman dalam kepemimpinannya.
Paus Leo XIV juga merupakan Paus pertama dari Ordo Santo Agustinus sejak Paus Eugenius IV. Ini menunjukkan pentingnya peran Ordo Santo Agustinus dalam Gereja Katolik dan pengaruhnya terhadap kepemimpinan Gereja.
Selain sebagai Paus pertama asal Amerika Serikat, ia juga dinobatkan menjadi Paus kedua yang berasal dari luar benua Eropa. Paus Leo XIV juga diketahui memiliki kewarganegaraan ganda dengan Peru setelah lama mengabdi di sana.
Asap Putih Sambut Terpilihnya Paus Leo XIV
Pemilihan Paus Leo XIV berlangsung di Kapel Sistina, Vatikan, melibatkan 133 kardinal. Proses konklaf yang menegangkan ini ditandai dengan munculnya asap hitam sebanyak dua kali, menandakan belum adanya kesepakatan. Namun, akhirnya asap putih muncul, menandakan telah terpilihnya Paus baru.
Konklaf dilaksanakan untuk memilih pengganti Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April lalu. Proses yang penuh rahasia ini diikuti oleh 133 kardinal dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia yaitu Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo. Sejak sebelum konklaf, muncul sederet nama yang dianggap mempunyai peluang besar sebagai pemimpin Katolik sedunia tersebut.
Setelah asap putih muncul dari cerobong Kapel Sistine, lonceng juga dibunyikan di Basilika Santo Petrus. Berdasarkan pantauan dari siaran langsung The Guardian, puluhan ribu orang berkumpul di Alun-Alun Santo Petrus Vatikan menunggu sosok Paus baru.
Dikawal Burung Larus
Video pelaksanaan konklaf dan detik-detik keluarnya asap dari cerobong tak luput dari sorotan. Barangkali banyak orang yang memperhatikan keberadaan sejumlah burung larus yang tak pernah pergi dari sekitaran cerobong.
Menurut informasi, burung larus merupakan jenis burung camar yang tersebar luas di seluruh dunia, termasuk di Vatikan. Burung larus secara umum banyak ditemukan di daerah pesisir Italia, termasuk dekat Roma.
Karena letaknya yang tak jauh dari Roma dan pesisir Italia Selatan, bukan hal yang mengherankan jika burung tersebut kerap datang ke sekitaran Basilika. Selain larus, berbagai jenis burung juga pernah tersorot seperti merpati di pelataran Basilika Santo Petrus.
Ribuan Bendera Dikibarkan Umat
Terpilihnya Paus Leo XIV sebagai Paus pertama dari Amerika Serikat merupakan peristiwa monumental dalam sejarah Gereja Katolik. Ia membawa harapan baru dan semangat perubahan bagi umat Katolik di seluruh dunia.
Karena alasan tersebut, ribuan umat Katolik dari seluruh dunia rela datang dan menunggu lama di halaman Basilika Santo Petrus sepanjang hari. Riuh teriakan umat langsung terdengar setelah cerobong asap mengeluarkan asap putih sebagai pertanda konklaf telah berakhir.
Tak lama setelah Paus Leo XIV keluar dari balkon, ribuan umat langsung menyambut dengan tangisan haru dan mengibarkan bendera asal negara mereka sebagai bentuk dukungan dan sukacita mereka.