Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi Gereja Katolik, kembali menegaskan pentingnya perdamaian global. Dalam perayaan Minggu Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, ia mendesak para pemimpin dunia untuk menyingkirkan senjata dan memilih perdamaian. Seruan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional.
Paus Leo menyerukan agar kekuasaan digunakan untuk membangun perdamaian, bukan untuk melancarkan konflik. Ia menekankan bahwa perdamaian sejati harus dicapai melalui dialog yang tulus. Ini bukan dominasi, melainkan upaya merangkul semua pihak yang terlibat.
Pernyataan keras Paus Leo XIV ini menyoroti bahaya "globalisasi ketidakpedulian" yang semakin mengakar. Ia memperingatkan dunia agar tidak acuh tak acuh terhadap ribuan korban dan kehancuran akibat perang.
Advertisement
Advertisement
Dalam pidatonya yang menyentuh hati, Paus Leo XIV mendesak para pemimpin dunia untuk memilih jalan damai. Ia menyampaikan berkat Urbi et Orbi, sebuah pesan penting bagi Kota Roma dan seluruh dunia. Paus secara tegas meminta mereka yang memiliki senjata untuk meletakkannya segera.
Paus Leo menjelaskan bahwa perdamaian yang dimaksud bukanlah hasil paksaan atau kekerasan. Sebaliknya, perdamaian harus lahir dari dialog yang konstruktif dan saling pengertian. Tujuannya adalah untuk merangkul pihak lain, bukan untuk mendominasi mereka dengan kekuatan.
Pemimpin Gereja Katolik tersebut juga menyoroti fenomena berbahaya di mana dunia "semakin terbiasa dengan kekerasan". Ia menyatakan keprihatinannya bahwa masyarakat menjadi acuh tak acuh terhadap kematian ribuan orang. Hal ini mencakup kebencian dan perpecahan yang ditimbulkan oleh perang.
Advertisement
Mengutip mendiang Paus Fransiskus, Paus Leo memperingatkan tentang "meningkatnya globalisasi ketidakpedulian". Ia menegaskan bahwa umat manusia tidak bisa terus-menerus acuh tak acuh dan menyerah pada kejahatan.
Advertisement
Paus Leo XIV secara gamblang memaparkan konsekuensi mengerikan dari konflik bersenjata. Selain korban jiwa, perang juga menimbulkan kebencian mendalam dan perpecahan sosial. Dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkannya sangat merugikan kemanusiaan secara keseluruhan.
Menyikapi kondisi ini, Paus Leo mengumumkan inisiatif penting untuk perdamaian. Ia akan memimpin doa bersama pada tanggal 11 April mendatang di Basilika Santo Petrus. Acara ini diharapkan dapat menyatukan umat beriman dalam memohon kedamaian sejati bagi dunia yang bergejolak.
Pesan Paskah Paus Leo menekankan bahwa kedamaian bukan hanya tentang heningnya senjata. Lebih dari itu, kedamaian sejati adalah kedamaian batin yang mampu menyentuh dan mengubah hati setiap individu. Ini adalah fondasi untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis.
Advertisement
Seperti Yesus yang menang atas kematian, Paus mengajak umat beriman untuk meraih kemenangan. Kemenangan ini harus dicapai "tanpa kekerasan", berlandaskan kasih. Kasih yang dimaksud adalah kasih yang menciptakan, menghasilkan, mengampuni, dan menebus dosa-dosa manusia.
Advertisement
Sebelumnya, dalam misa Minggu Palma pada 28 Maret, Paus Leo XIV telah menyampaikan pernyataan keras. Ia menegaskan bahwa "Yesus tidak mendengar doa orang-orang yang memulai perang". Pernyataan ini menunjukkan sikap tegasnya terhadap pihak-pihak yang memicu konflik.
Pernyataan tersebut dinilai sangat relevan dengan eskalasi terbaru di Timur Tengah. Konflik ini dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Paus Leo secara konsisten mengutuk tindakan kekerasan dan menyerukan dialog sebagai satu-satunya solusi.
Paus Leo XIV, yang merupakan Paus pertama asal Amerika Serikat dalam sejarah Gereja Katolik, memiliki rekam jejak yang jelas. Ia telah berulang kali mengutuk perang dan secara aktif menyerukan pentingnya dialog. Dialog dianggap sebagai jalan utama untuk mencapai perdamaian abadi.
Advertisement
Paus mengajak seluruh umat beriman untuk membiarkan diri diubah oleh kedamaian Kristus. Ia memohonkan damai sejati Tuhan bagi semua orang yang menderita akibat konflik. Ini adalah ajakan untuk refleksi dan tindakan nyata demi mewujudkan dunia yang lebih damai.
Sumber: AntaraNews