Saat Beri Pengarahan di Barak Militer, Dedi Mulyadi Dapatkan Dua Jempol dari Kak Seto 'Pada Betah Mereka'
Momen Kak Seto lihat pendidikan karakter siswa di barak militer sampai acungkan dua jempol.
Praktisi anak Seto Mulyadi mendatangi barak militer guna melihat kegiatan pelajar selama mengikuti program pendidikan karakter di Rindam III/Siliwangi.
Pada kesempatan itu, sosok yang akrab disapa Kak Seto tersebut didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beserta orang tua pelajar yang ingin melihat perkembangan selama di barak.
Dilansir dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Senin (12/5) para pelajar tersebut dikumpulkan di lapangan guna mengikuti apel.
Dedi Mulyadi memulai dengan menyapa dan berinteraksi dengan para pelajar tersebut.
"Coba senyumnya mana? Senyum. Siapa yang belum gosok gigi? Tadi pagi yang tidak gosok gigi angkat tangan," ucap Dedi Mulyadi.
Dedi sempat menanyakan kebutuhan pribadi para pelajar selama di barak apakah sudah terpenuhi.
"Sikat giginya baru enggak semuanya? Baru?" tany Dedi Mulyadi.
"Baru," jawab pelajar.
"Odolnya ada? Sabunnya ada? Handuknya ada?" sambung Dedi Mulyadi.
"Siap," ucap pelajar.
Dua Jempol Kak Seto
Seto Mulyadi turut hadir guna melihat secara langsung materi pendidikan yang diberikan kepada anak-anak selama di barak.
Saat melihat secara langsung, Seto sempat mengacungkan dua jempol kepada Dedi Mulyadi sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut.
"Aman, Kak. Anak-anaknya lebih baik dibanding di sekolah. Lebih semangat, karena gizinya terpenuhi, tidak kotor, tidak main, tidak balapan motor, apalagi kegaduhan di rumah."
"Saya lihat lebih nyaman wajahnya fresh, salat lima waktu di masjid, bangunnya subuh lebih baik dari sekolah," kata Dedi Mulyadi.
Dedi mengatakan bahwa program tersebut akan berlangsung 28 hari dan mendapat pendidikan langsung dari kepala pelatihan di TNI.
"Rencana habis dari sini nanti mereka akan 28 hari, kami sudah nyiapin tempat daya tampungnya hampir 1000 orang di Cimahi tempat pelatihan untuk ASN karena kosong nanti mereka tidak lanjutnya tetapi nanti tetap kepala pendidikan pelatihannya dari sini," ucap Dedi.
"Berapa lama lagi? tanya Kak Seto.
"28 hari Pak," jawab Dedi.
Dedi menambahkan bahwa para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut tetap mendapat evaluasi terutama perkembangan fisik karena sudah ada pantauan datanya.
"Nanti kan berakhir di pembagian rapot bulan Juni pas selesai pendidikan mereka dan ada evaluasinya juga ya ada evaluasi nanti kan sebelum dan sesudah iya iya nanti perkembangan fisiknya terus kemudian mentalnya semuanya kan ada ada data ada datanya," tandasnya.
Pujian untuk Program Barak Militer
Kak Seto memuji pelaksanaan program tersebut. Terlebih para siswa mendapatkan fasilitas dan pelatihan yang jauh lebih baik dari pendidikan biasa.
"Sangat luar biasa," kata Kak Seto.
Perwakilan dari Kanwilham bahkan memuji kegiatan ini dan menilai tidak ada pelanggaran HAM sama sekali.
"Tadi kami sudah dialog mereka malah mereka diberikan hak-haknya kewajiban pendidikan malah di malah dapat hadiah-hadiah tadi," tandasnya.
Menurut Dedi program tersebut terjadi karena keyakinannya dan malah sekarang menjadi role model nasional.
"Semua orang ragu bertindak takut salah. Nah, kalau saya ditakdirkan untuk tidak pernah ragu asal semuanya demi kepentingan itu kan enggak ada masalah gitu loh. Malah menjadi role model nasional," kata Dedi.
Lebih lanjut, program ini akan menjadi rujukan sistem pendidikan di Indonesia untuk kedepannya.
"Kemarin juga dari Menkopolkam kesimpulannya ini akan jadi back practice bagi sistem pendidikan Indonesia," kata Dedi.
Pesan Seto Mulyadi
Seto Mulyadi memberikan pesan kepada para pelajar yang ikut pelatihan. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter agar tidak terjadi hal-hal buruk akibat kenakalan mereka.
"Jangan sampai menjadi Indonesia cemas atau Indonesia lemas. Dan ini di tangan adik-adik dan adik-adik semua adalah calon pemimpin bangsa di bidangnya masing-masing dan tentu juga harus memiliki karakter profil pelajar Pancasila, akhlak mulia, kebinekaan global, saling menghargai perbedaan, gotong-royong, saling bekerja sama, kompak, tidak saling tawuran."
"Salah satu hal positif yang bisa kita petik dari kegiatan di barak militer ini tempat pelatihan jadi betul-betul melatih adik-adik menjadi lebih hebat lagi," sambungnya.
Sebagai penutup, Kak Seto meminta agar kesempatan tersebut tidak disia-siakan dan dapat membentuk para pelajar memiliki karakter yang jauh lebih baik.
"Mudah-mudahan jangan sampai disia-siakan. Jadi, petik ini adalah dalam rangka meraih cita-cita. Saya bangga adik-adik hebat sekali dan mudah-mudahan ini bukan hanya diterapkan di Jawa Barat tapi mudah-mudahan menjadi gerakan nasional untuk membina anak-anak muda untuk lebih hebat dan memiliki karakter profil pelajar Pancasila," pungkasnya.