Pangakuan Jujur Siswa Digembleng Ala Militer di Barak TNI Nangis Jauh dari Ibunda
Secara mengejutkan, siswa tersebut mengaku telah menangis saat jauh dari sosok ibu.
Usulan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai anak nakal yang dikirim ke barak militer kini telah terlaksana selama beberapa waktu. Secara khusus, eks Bupati Purwakarta itu terjun sendiri mendatangi lokasi para siswa yang tengah digembleng secara militer.
Dedi bertegur sapa dengan sejumlah siswa yang kala itu sedang berbaris rapi di halaman. Mengenakan pakaian loreng bak tentara, para siswa mengungkap sejumlah hal yang telah mereka lalui selama beberapa waktu terakhir.
Termasuk pengakuan dari salah seorang siswa yang begitu tak terduga. Secara mengejutkan, siswa tersebut mengaku telah menangis saat jauh dari sosok ibu. Seperti apa momennya? Berikut ulasan selengkapnya.
Dedi Datangi Barak Militer
Belum lama ini, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi alias Demul membagikan momen khusus dalam akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 saat dirinya mendatangi lokasi para siswa yang dicap nakal di barak militer. Mengenakan pakaian khasnya berupa atasan hingga bawahan serba putih, Demul tampak bergegas saat menemui barisan para siswa yang telah bersiap.
Dia langsung menyampaikan ucapan selamat siang yang berbalas ungkapan para siswa dengan penuh semangat.
“Selamat siang,” katanya.
“Siang, siang, siang,” balas para siswa.
Ada Pengakuan Siswa Mengejutkan
Saat berinteraksi, Demul secara tak terduga mendapati pengakuan menarik dari salah seorang siswa di lokasi. Secara terang-terangan, siswa pria itu mengaku jika dirinya sempat bersedih hingga menitikkan air mata saat mengingat sosok ibunda tercinta.
“Siapa yang menangis ingat kalau jauh dari ibunya? Oh kamu, ingat sama ibu?” tanya Demul.
“Siap,” tegasnya.
Di tengah-tengah barisan, siswa itu bahkan tak segan mengaku jika berjauhan dengan sang ibu kini justru membuat sosoknya begitu berarti. Kehadirannya kini dapat semakin terasa.
“Sekarang berarti ya arti seorang ibu?” tanya Demul.
“Ya, pak,” jawabnya.
“Ketika jauh dari ayah dan ibu, kita sedih?” tanyanya.
“Iya, pak,” tegasnya.
Melalui kesempatan itu, Demul lantas meneguhkan sikap sang siswa. Dia diminta agar dapat berubah menjadi anak yang baik dan menyanyangi keluarga. Bahkan, si siswa mengaku siap jika -kelak di masa depan dia menjadi sosok tentara, asa baru yang kini hadir di tengah-tengah keterpaksaan.
“Ketika berdekatan disakiti. Kamu mau berubah enggak?” tanya Demul.
“Siap, mau,” jawab sang siswa.
“Mau jadi tentara nanti?” tanya Demul.
“Siap, mau,” tegasnya.
Banjir Dukungan
Melihat sikap positif hingga pengakuan mengharukan dari para siswa di lokasi membuat Demul banjir dukungan. Dia diminta tetap melanjutkan usulannya untuk menempatkan sejumlah siswa nakal di barak militer.
“Sangat positif 👍,” tulis akun @rachma_fn
“Kegiatan yg sangat bermanfaat bagi generasi muda untuk mendisiplinkan mental agar tidak menjadi generasi home service. Lanjutkan Pak Gubernur 👍,” tulis akun @agustiar46e
“Keren udah kaya calon anggota TNI muda,🔥🔥semangat adik adik,” tulis akun @a.o_o0x
“Buset pak Dedi nih progressnya ada aja dari hari ke hari 🔥,” tulis akun @rkdumps_
Sejumlah Siswa di Jabar Digembleng Militer
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyarankan agar siswa nakal bisa dikirim mengikuti pelatihan disiplin karakter di Barak TNI/Polri. Melansir dari Liputan6, Dedi berujar jika mungkin saja para siswa bakal mewujudkan pembentukan karakter selama 6 bulan hingga setahun.
“Bisa 6 bulan, bisa setahun,” kata Gubernur Jabar, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Dedi Mulyadi membeberkan kategori siswa nakal yang akan dikirim ke barak militer, di antaranya pernah terlibat tawuran, mabuk-mabukan, hingga kecanduan game online.
"Tukang tawuran, tukang mabuk, tukang main mobile legenda. Yang kalau malam kemudian tidurnya tidak mau. Melawan, melakukan pengancaman. Di sekolahnya bikin ribut. Bolos terus. Dari rumah berangkat ke sekolah, ke sekolah enggak sampai," jelasnya.
Selama menjalani pendidikan disiplin karakter di TNI/Polri, para siswa disebutnya tetap bisa belajar di ruangan khusus di kawasan kompleks militer. Dia juga mengatakan, guru sekolah dari siswa berasal akan didatangkan untuk sekadar menengok.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sendiri mengaku belum mendapat laporan khusus dari Dedi mengenai hal demikian. Mu'ti menyebut, dirinya baru mendengar usulan Dedi Mulyadi tersebut melalui media saja.