Profil KH Zulfa Mustofa Pj Ketua Umum PBNU, Ternyata Keturunan Syekh Nawawi Al-Bantani dan Keponakan KH Ma'ruf Amin
Kenali KH Zulfa Mustofa, Penjabat Ketua Umum PBNU, dan latar belakangnya yang kaya akan tradisi keulamaan.
KH Zulfa Mustofa baru saja terpilih sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 9 Desember 2025. KH Zulfa Mustofa lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1977 dan dikenal sebagai penerus tradisi menulis Syekh Nawawi Al-Bantani.
Sebelumnya, KH Zulfa Mustofa menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU untuk periode 2022-2027. Dalam perjalanan kariernya, KH Zulfa Mustofa telah menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap pengembangan syariat Islam dan pendidikan.
Dengan latar belakang keluarga yang kuat dalam tradisi keulamaan, dia diharapkan dapat membawa PBNU ke arah yang lebih baik dan menjadi solusi bagi jam'iyyah di masa depan.
KH Zulfa Mustofa merupakan keponakan dari KH Ma'ruf Amin, mantan Wakil Presiden RI, yang semakin memperkuat posisi dan pengaruhnya dalam organisasi keagamaan di Indonesia. Berikut profil lengkap KH Zulfa Mustofa dihimpun merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (10/12/2025).
Latar Belakang Keluarga KH Zulfa Mustofa
KH Zulfa Mustofa berasal dari keluarga ulama yang memiliki akar kuat di Jawa Tengah dan Banten. Berikut adalah informasi mengenai keluarganya:
- Ayah: KH Muqarrabin, seorang ulama dari Pekalongan, Jawa Tengah.
- Ibu: Nyai Hajjah Marhumah Latifah, berasal dari Kresek, Banten.
- Hubungan Kekerabatan: Ibunda KH Zulfa Mustofa adalah anak dari Nyai Hajjah Maimunah, yang juga merupakan ibunda dari KH Ma'ruf Amin, sehingga KH Zulfa Mustofa adalah keponakan dari KH Ma'ruf Amin.
- Keturunan Syekh Nawawi Al-Bantani: Melalui garis ibunya, KH Zulfa Mustofa merupakan cucu kemenakan dari ulama besar Syekh Nawawi al-Bantani.
- Kehidupan Pribadi: KH Zulfa Mustofa menikah dengan Hulwatin Syafi'ah dan dikaruniai beberapa orang anak.
Rekam Jejak dan Karier KH Zulfa Mustofa
KH Zulfa Mustofa memulai pendidikan formal di SD Al-Jihad, Jakarta, sebelum melanjutkan ke Pekalongan. Dia kemudian menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Simbangkulon dan Pesantren Mathali'ul Falah di Kajen, Pati, Jawa Tengah.
Dia menyelesaikan pendidikan Madrasah Aliyah pada tahun 1996 dan dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa (H.C.) dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.
Setelah menyelesaikan pendidikan, KH Zulfa Mustofa mulai mengajar di majelis taklim dan mendirikan majelis taklim sendiri bernama Darul Musthofa pada tahun 2000. Dia juga pernah menjabat sebagai pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan berbagai posisi di PBNU, termasuk:
- Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU.
- Katib Syuriah PBNU.
- Wakil Ketua Umum PBNU (2022-2027).
- Penjabat Ketua Umum PBNU yang baru saja ditetapkan.
KH Zulfa Mustofa berkomitmen untuk tidak terlibat dalam konflik masa lalu dan ingin menjadi solusi bagi jam'iyyah di masa depan. Dia juga menjabat sebagai Sekjen MUI DKI Jakarta dan Ketua Komite Fatwa BPJPH Kementerian Agama.
KH Zulfa Mustofa dikenal sebagai penulis dan penyair. Beberapa karya tulisnya meliputi:
- *Al-Fatwa wa Ma La Yanbaghi li al-Mutafaqqih Jahluhu*
- *Diqqat al-Qonnas fi Fahmi Kalam al-Imam al-Syafi'i*
- Salah satu karya ilmiah berjudul "Menghidupkan Kembali Syair Arab di Masyarakat Indonesia".
Dia juga menyusun biografi leluhurnya, Syekh Nawawi al-Bantani, dalam bentuk syair Arab sebagai penghormatan terhadap tradisi keulamaan.