Perbandingan Senjata Nuklir India vs Pakistan: Siapa Lebih Unggul?
Artikel ini membahas perbandingan jumlah senjata nuklir antara India dan Pakistan serta implikasi strategisnya.
Perang India vs Pakistan akhirnya meletus. Perang diawali dari serangan rudal negeri Hindu ke wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, Rabu (7/5) dini hari.
Tak mau kalah, Pakistan pun membalas dengan menembak lima jet tempur India. Dilansir Anadolu Agency, Kamis (8/5/2025), menurut Juru Bicara Militer Pakistan Letjen Ahmed Sharif Chaudhry dalam konferensi pers, Rabu, sedikitnya 31 orang tewas dalam serangan rudal India dan penembakan lintas batas di sepanjang Garis Kontrol (LoC), perbatasan de facto kedua negara.
Sementara itu, jumlah korban luka akibat serangan India tersebut meningkat dari 46 menjadi 57 orang. Konflik militer kedua negara 'bersaudara' itu membuat dunia khawatir. Apalagi kedua negara tersebut sama-sama memiliki senjata nuklir.
Tentunya amat berbahaya jika keduanya nekat menggunakan senjata nuklir yang dimiliki untuk menyerang satu sama lain. Lantas sesungguhnya antara India dan Pakistan siapa yang paling banyak memiliki senjata nuklir? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari berbagai sumber.
Estimasi Jumlah Senjata Nuklir India dan Pakistan
Menurut estimasi terbaru dari Federation of American Scientists (FAS) dan sumber lainnya, India diperkirakan memiliki sekitar 160 hulu ledak nuklir. Sementara Pakistan: sekitar 170 hulu ledak nuklir.
Sementara beberapa sumber lainnya menyebut India memiliki antara 130-140 senjata nuklir, dengan potensi untuk menghasilkan hingga 150-200 hulu ledak. Sedangkan Pakistan, yang telah mengembangkan arsenal nuklirnya dengan dukungan dari China, memiliki sekitar 170 hulu ledak dan dapat meningkat hingga 250 dalam waktu dekat.
Sistem peluncuran India:
- Rudal balistik: Agni-I hingga Agni-V (jangkauan hingga 5.000+ km)
- Rudal jelajah: Nirbhay (berbasis darat)
- Platform laut: Kapal selam kelas Arihant (SSBN) dengan rudal K-15 dan K-4
- Platform udara: Jet tempur Mirage 2000, Su-30MKI (dimodifikasi untuk membawa senjata nuklir)
Keunggulan:
- Triad nuklir hampir lengkap (darat, laut, udara)
- Kapasitas teknologi domestik tinggi
- Rudal dengan jangkauan lebih jauh (mengarah ke China juga, bukan hanya Pakistan)
Sistem peluncuran Pakistan:
- Rudal balistik: Shaheen I–III, Ghauri (jangkauan hingga 2.750 km)
- Rudal jelajah: Babur (darat dan laut)
- Platform udara: F-16, JF-17 (dimodifikasi untuk senjata nuklir)
- Kapal selam/darat laut: Kemampuan laut masih terbatas (belum SSBN operasional)
Keunggulan:
- Produksi hulu ledak lebih cepat (reaktor pembiak cepat dan plutonium)
- Fokus pada senjata taktis nuklir (seperti rudal Nasr/Hatf-IX) untuk pertempuran di medan terbatas.
Strategi Pertahanan dan Kebijakan Nuklir
Dalam hal strategi pertahanan, India dan Pakistan memiliki pendekatan yang berbeda terhadap penggunaan senjata nuklir. India, yang memiliki arsenal nuklir sejak 1974, menekankan kebijakan “No First Use” sebagai langkah pencegahan.
Kebijakan “No First Use” menyatakan tidak akan menggunakan senjata nuklir kecuali diserang lebih dulu. Namun, pada Agustus 2019, India mempertimbangkan kembali kebijakan ini, yang menambah ketegangan di kawasan.
Di sisi lain, Pakistan, yang mulai memiliki senjata nuklir pada tahun 1998, belum menyatakan kebijakan serupa dan lebih memilih untuk mengembangkan senjata nuklir medan perang yang lebih kecil.
Pakistan berfokus pada pengembangan senjata nuklir yang dapat digunakan dalam konflik berskala kecil, yang dianggap sebagai penangkal terhadap kekuatan India. Hal ini menciptakan kekhawatiran bahwa konflik berskala kecil antara kedua negara dapat berujung pada bencana kemanusiaan, dengan potensi untuk membunuh hingga 20 juta jiwa dalam waktu satu pekan.