Daftar Negara dengan Jumlah Senjata Nuklir Terbanyak, Siapa Paling Kuat di Dunia?
Meski penggunaannya dikecam secara global, beberapa negara masih menyimpan dan mengembangkan senjata ini bahkan memilikinya dalam jumlah fantastis.
Isu nuklir Iran menjadi alasan utama Israel menyerang Teheran. Negeri zionis itu menuduh pengembang nuklir yang dilakukan Iran untuk menciptakan senjata nuklir.
Tuduhan yang tidak memiliki bukti itu dijadikan alasan Israel untuk menyerang Iran Jumat malam lalu. Padahal Israel sendiri merupakan negara pemilik senjata nuklir.
Ancaman penggunaan senjata nuklir belakangan semakin menggema dalam konflik antar negara. Sebut saja antara India vs Pakistan dan konflik Rusia vs Ukraina yang didukung barat.
Senjata nuklir menjadi momok menakutkan bagi peradaban manusia. Kekuatan destruktifnya yang dahsyat mampu meluluhlantakkan sejumlah kota dalam sekejap.
Meski penggunaannya dikecam secara global, sejumlah negara masih menyimpan dan mengembangkan senjata ini. Lalu, negara mana saja yang memiliki jumlah senjata nuklir terbanyak di dunia saat ini? Dilansir dari berbagai sumber, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Mengenal Senjata Nuklir
Senjata nuklir pertama kali dikembangkan pada masa Perang Dunia II melalui Proyek Manhattan. Para ilmuwan terkemuka seperti Albert Einstein menyadari potensi besar energi yang terkandung dalam atom dan kemungkinan pemanfaatannya untuk tujuan militer. Ledakan nuklir pertama terjadi pada tahun 1945 di Alamogordo, New Mexico, Amerika Serikat.
Bahan baku utama pembuatan senjata nuklir adalah uranium dan plutonium. Uranium harus diperkaya hingga mencapai konsentrasi isotop U-235 yang tinggi agar dapat terjadi reaksi berantai nuklir. Plutonium dihasilkan dari reaktor nuklir dan diproses untuk mendapatkan isotop Pu-239 yang cocok untuk senjata.
Daya ledak senjata nuklir diukur dalam kiloton (kt) atau megaton (Mt). Satu kiloton setara dengan ledakan 1.000 ton TNT, sedangkan satu megaton setara dengan ledakan 1 juta ton TNT. Bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima memiliki daya ledak sekitar 15 kt, sementara bom hidrogen modern dapat memiliki daya ledak hingga puluhan megaton.
Dampak ledakan nuklir sangat dahsyat dan meliputi gelombang kejut, radiasi termal, dan radiasi ionisasi. Gelombang kejut dapat meratakan bangunan dalam radius beberapa kilometer, sementara radiasi termal dapat menyebabkan kebakaran hebat. Radiasi ionisasi dapat menyebabkan penyakit radiasi akut dan meningkatkan risiko kanker dalam jangka panjang.
Rusia
Rusia diperkirakan memiliki antara 5.449 hingga 5.889 hulu ledak nuklir. Sebagian besar hulu ledak ini merupakan warisan dari Uni Soviet. Rusia terus memodernisasi arsenal nuklirnya dengan mengembangkan sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) baru dan kapal selam nuklir.
Rusia memiliki doktrin militer yang memungkinkan penggunaan senjata nuklir dalam situasi tertentu, seperti serangan terhadap wilayahnya atau sekutunya, atau dalam kasus ancaman eksistensial terhadap negara. Rusia juga mengembangkan senjata nuklir taktis yang dirancang untuk digunakan di medan perang.
Kepemilikan senjata nuklir oleh Rusia menjadi perhatian utama bagi negara-negara Barat, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina. NATO telah meningkatkan kesiagaannya dan memperkuat pertahanan di Eropa Timur untuk mencegah agresi Rusia.
Amerika Serikat
Amerika Serikat diperkirakan memiliki antara 5.224 hingga 5.277 hulu ledak nuklir. AS juga terus memodernisasi arsenal nuklirnya dengan mengembangkan ICBM baru, pembom strategis, dan kapal selam nuklir.
AS memiliki doktrin militer yang memungkinkan penggunaan senjata nuklir dalam situasi tertentu, seperti serangan terhadap wilayahnya atau sekutunya, atau dalam kasus ancaman eksistensial terhadap negara.
AS juga mengembangkan senjata nuklir taktis yang dirancang untuk digunakan di medan perang. Kepemilikan senjata nuklir oleh AS menjadi perhatian bagi negara-negara seperti Rusia dan China, yang melihatnya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional mereka.
AS dan Rusia telah terlibat dalam serangkaian perjanjian pengendalian senjata nuklir sejak Perang Dingin. Namun, beberapa perjanjian ini telah berakhir atau ditangguhkan, meningkatkan kekhawatiran tentang perlombaan senjata nuklir baru.
China, Prancis, Inggris, Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara
China diperkirakan memiliki antara 410 hingga 600 hulu ledak nuklir. China secara bertahap meningkatkan arsenal nuklirnya seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kekuatan militernya. China memiliki doktrin militer yang menyatakan bahwa mereka tidak akan menjadi yang pertama menggunakan senjata nuklir.
Prancis diperkirakan memiliki sekitar 290 hulu ledak nuklir. Prancis memiliki kebijakan nuklir independen dan tidak bergantung pada NATO untuk pertahanan nuklirnya. Inggris diperkirakan memiliki sekitar 225 hulu ledak nuklir. Inggris memiliki kebijakan nuklir yang selaras dengan NATO dan AS.
Pakistan diperkirakan memiliki sekitar 170 hulu ledak nuklir. Pakistan mengembangkan senjata nuklir sebagai tanggapan terhadap program nuklir India. India diperkirakan memiliki antara 164 hingga 180 hulu ledak nuklir. India memiliki kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir pertama kali, tetapi dapat melakukan pembalasan nuklir jika diserang terlebih dahulu.
Israel diperkirakan memiliki sedikitnya 90 hulu ledak nuklir. Israel tidak secara terbuka mengakui kepemilikan senjata nuklir, tetapi diyakini memiliki program nuklir yang maju.
Korea Utara diperkirakan memiliki antara 30 hingga 50 hulu ledak nuklir. Korea Utara telah melakukan beberapa uji coba nuklir dan mengembangkan rudal balistik yang mampu mencapai wilayah AS.