Penampakan Masjid di Pakistan Hancur Dirudal India, Disebut Mirip Kelakuan Israel
Potret penampakan bangunan masjid di Pakistan yang hancur setelah terkena rudal India.
Serangan rudal dalam 'Operasi Sindoor' yang dilakukan India ke wilayah Pakistan menyebabkan kerusakan total pada sebuah bangunan masjid. Hal tersebut seperti terlihat dari unggahan di akun Tiktok @skynews.
Dalam video, terlihat seorang reporter berkeliling melihat dari dekat puing-puing bangunan masjid yang tersisa. Tampak hampir semua bangunan rumah ibadah itu rata dengan tanah.
"Ini yang tersisa dari (bangunan) masjid. Rudal menghantam masjid hingga hancur dan menewaskan sekitar 31 orang. Lihat di sini bahkan masih ada potongan dari rudal," kata reporter dalam video.
Dalam keterangan video, disebutkan jika bangunan masjid yang berlokasi di Kota Muridke, Provinsi Punjab, Pakistan itu diserang menggunakan rudal hingga membuat sekitar 31 orang juga tewas.
Serangan India ke Pakistan
Diketahui, jika ketegangan antara kedua negara kembali meningkat tajam setelah India melancarkan Operasi Sindoor pada Rabu, (7/5). Serangan rudal itu menargetkan sembilan lokasi di Pakistan dan Kashmir yang disebut India sebagai infrastruktur teroris.
Operasi Sindoor disebut dilakukan sebagai pembalasan atas serangan oleh orang bersenjata tak dikenal di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir, India pada 22 April lalu.
Serangan itu menewaskan 26 orang dan India menuding Pakistan mendukung aksi 'kelompok teroris' itu. Namun, Pakistan menolak tudingan tersebut karena tidak adanya bukti pasti dan mengusulkan penyelidikan netral dengan pemantauan pihak ketiga.
Namun bukannya mengedepannya jalur diplomasi, India justru menyerang Pakistan yang kemudian dibalas oleh Pakistan sebagai hak mempertahankan diri dari serangan musuh.
India Ramai Disebut Ikuti Israel
Karena tuduhan tersebut, India lalu meluncurkan serangan rudal hingga menyebabkan korban jiwa dan menghancurkan tempat tinggal hingga fasilitas masyarakat termasuk masjid.
Serangan India yang sengaja menyasar rumah ibadah umat Islam itu ramai disebut mengikuti Israel saat menyerang wilayah Palestina. Sebab, bukan kamp-kamp militer yang dihancurkan melainkan wilayah penduduk masyarakat.
"India mengikuti skrip Israel," kata @baet***
"Di mana kamp-kampnya? Di mana senjatanya? Di mana perlengkapan pelatihannya??? Tidak ada bukti! Bahkan media internasional pun diizinkan masuk... tidak ada yang disembunyikan! (Pakistan)," tulis akun @abbas***
"India sama dengan Israel," komen @man***
"India playing victim sama seperti Israel...🔥🔥🔥," tulis akun @wan_***
Diketahui, jika India memang menjadi salah satu negara sekutu yang mendukung serangan Israel ke wilayah Palestina.
Sepakat Gencatan Senjata
Sekitar tiga hari setelah Operasi Sindoor, Pakistan pun melakukan serangan balasan yang mereka sebut sebagai bagian dari 'Operasi Bunyan-un-Marsoos' atau 'Tembok Besi', pada 10 Mei 2025.
Setelah serangan balasan dari Pakistan yang berhasil menghancurkan sejumlah lokasi penting di India itu, negeri Hindu itu akhirnya sepakat gencatan senjata dengan Pakistan. Amerika Serikat sebagai salah satu sekutu India punya andil sebagai mediator.
Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara India dan Pakistan telah tercapai pada Sabtu (10/5).
"Setelah perundingan panjang yang dimediasi oleh Amerika Serikat, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa India dan Pakistan telah menyetujui gencatan senjata penuh dan segera," tulis Trump di platform Truth Social miliknya seperti dikutip dari Al Jazeera (11/5).
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri India Vikram Misri mengonfirmasi gencatan senjata tak lama setelah itu. India dan Pakistan juga dikatakan telah mengaktifkan saluran militer dan hotline setelah kesepakatan tersebut.