Mobil Dikendarai Kepala Sekolah TK Kecelakaan, Anak-Anak di Dalamnya Tewas
Kecelakaan tersebut berlangsung di kawasan pedesaan yang dipenuhi dengan kolam kecil dan aliran sungai.
Delapan orang, termasuk beberapa anak, kehilangan nyawa setelah sebuah mobil SUV yang dikemudikan oleh kepala sekolah taman kanak-kanak kecelakaan terjatuh ke dalam kolam di bagian tenggara China.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa sore, 23 Desember 2025, di Kabupaten Pengze, Provinsi Jiangxi. Berdasarkan laporan dari media pemerintah, kecelakaan tersebut berlangsung di kawasan pedesaan yang dipenuhi dengan kolam kecil dan aliran sungai, berjarak sekitar 480 kilometer dari Shanghai.
Mobil malang ini dilaporkan kehilangan kendali saat melewati jalan menurun yang diduga licin akibat hujan yang sebelumnya turun, sebagaimana yang dikutip dari Arab News pada Kamis, 25 Desember.
Saat Kecelakaan Anak-Anak Ada di Dalam Mobil
Menurut publikasi New Security yang berada di bawah People's Daily Press, SUV berkapasitas tujuh penumpang tersebut biasanya digunakan untuk mengantar anak-anak dari sebuah taman kanak-kanak swasta setempat. Pada saat insiden, beberapa anak dilaporkan berada di dalam kendaraan.
"Beberapa anak dari taman kanak-kanak berada di dalam kendaraan ketika kecelakaan terjadi," ungkap laporan New Security yang mengutip pernyataan pejabat setempat.
Otoritas keamanan Kabupaten Pengze dalam keterangan resmi yang dirilis pada malam hari Selasa mengonfirmasi bahwa delapan orang telah meninggal, termasuk pengemudi. Pengemudi tersebut adalah seorang perempuan berusia 49 tahun bernama Luo, yang juga menjabat sebagai kepala sekolah taman kanak-kanak itu.
Penyelidikan Mulai Dilakukan
Pernyataan dari otoritas tidak memberikan rincian mengenai identitas atau usia korban lainnya. Namun, penyelidikan telah dimulai untuk mencari tahu penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.
Seorang warga desa, seperti yang dikutip oleh New Security, menyatakan bahwa seorang anak laki-laki berusia empat tahun, yang merupakan anak dari temannya, termasuk di antara para korban.
Hingga Rabu, pihak berwenang masih melanjutkan penyelidikan serta menilai faktor-faktor keselamatan transportasi anak-anak di kawasan tersebut. Insiden ini kembali menyoroti masalah keselamatan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut siswa di daerah pedesaan di China.