Gelisah Menteri Kabinet Prabowo di Proyek IKN, Ungkap Banyak Investor Groundbreaking Tapi yang Bangun Dikit
Berikut momen Menteri Kabinet Prabowo di proyek IKN yang gelisah ungkap banyak investor groundbreaking tapi yang bangun sedikit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan selama ini banyak pihak yang melakukan groundbreaking proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN). Akan tetapi kenyataannya, tidak banyak yang berlanjut sampai ke pembangunan.
Ia pun mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pengusaha yang terlibat dalam pembangunan IKN. Pihaknya akan bertanya kesungguhan dan kesanggupan mereka melanjutkan proyek di IKN.
Lantas bagaimana momen Menteri Kabinet Prabowo di proyek IKN yang gelisah ungkap banyak investor groundbreaking tapi yang bangun sedikit? Melansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (24/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan dengan Menteri & Kepala Otoritas Bahas Nasib IKN
Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan sejumlah Menteri di Kabinet Merah Putih dan Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rapat terbatas yang digelar Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (21/1) ini membahas keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang ditargetkan resmi berfungsi di tahun 2028 mendatang.
Dalam agenda rapat ini juga, Presiden Prabowo mengharapkan percepatan pendirian fasilitas pemerintahan. Mulai dari gedung lembaga legislatif hingga lembaga yudikatif.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya penyelesaian infrastruktur pendukung yang memadai. Infrastruktur pendukung yang dimaksudkan seperti jalan tol, gedung hunian, sistem air minum, sanitasi hingga rumah ibadah.
Ungkap Banyak Investor Groundbreaking Tapi yang Bangun Dikit
Akan tetapi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan ada banyak pihak yang melakukan groundbreaking proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, tidak banyak yang berlanjut sampai ke pembangunan.
"Tadi kita diskusi panjang soal bagaimana peranan swasta di IKN. Karena yang groundbreaking banyak tetapi yang membangun sedikit," ungkap Maruarar Sirait.
"Tadi saya diskusikan dan Pak Bas setuju, diriview yang sudah groundbreaking, pengusaha yang memang sudah groundbreaking tetapi mungkin tidak jadi membangun atau tidak cepat membangun supaya bisa ditanya baik-baik apakah mau lanjut atau tidak," jelasnya.
"Nanti itu akan diberikan kepada yang serius mau membangun. Jadi kesempatan itu jadi produktif waktunya," lanjut Maruarar.
Berikan Tenggat Waktu
Lebih lanjut, Maruarar mengatakan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan untuk mengutamakan peran swasta dalam percepatan pembangunan IKN.
Meski begitu, pemerintah tetap akan memberikan tenggat waktu bagi para investor dalam menyelesaikan proyek pembangunan.
"Jadi tidak usah menunggu misalnya dikasih kesempatan 1,5 tahun, tapi ditanya saja satu-satu direview supaya ada suatu gerak cepat sesuai arahan Presiden Prabowo. Supaya langkah-langkahnya juga, swasta itu diutamakan untuk bisa menjalankan melakukan investasi di IKN. Terutama bagi yang serius," paparnya.
"Saya rasa itu harus dikasih deadline-nya waktunya kapan. Kalau tidak ada, ya sudah berarti diberikan kesempatan ke yang lain. Kalau tidak digituin nanti jadinya lama. Sementara arahan Presiden Prabowo harus ada waktu deadlinenya," tutupnya.