Deretan Tragedi Pilu Kuliah Kerja Nyata
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, namun di balik itu terdapat deretan tragedi yang ternyata pernah terjadi.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia.
Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dipelajari di bangku kuliah untuk memecahkan masalah-masalah nyata yang dihadapi masyarakat.
Namun, di balik tujuan mulia tersebut, pelaksanaan KKN tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya terjadi insiden atau tragedi yang menimpa mahasiswa peserta KKN, baik yang disebabkan oleh faktor alam, kecelakaan, maupun masalah sosial.
Tragedi-tragedi berikut ini menjadi pengingat bahwa KKN bukan hanya sekadar kegiatan akademik, tetapi juga memiliki risiko yang perlu diantisipasi dan dikelola dengan baik.
Artikel ini akan membahas deretan tragedi KKN yang pernah terjadi dan sempat menjadi sorotan masyarakat. Simak informasi berikut ini.
KKN Universitas Gadjah Mada (2016)
Tragedi KKN dialami oleh seorang Mahasiswi Universitas Gadjah Mada bernama Liris Ayudya Kamaratih di Loksado, Kalimantan Selatan pada Kamis, 7 Juli 2016.
Dikutip dari laman ugm.ac.id, Liris adalah mahasiswi Program Studi D4 Bidan Pendidik Sekolah Vokasi UGM angkatan 2013 yang berasal dari Padas, Bungkal, Ponorogo.
Korban ditemukan meninggal dunia di lokasi air terjun Malaris, Loksado. Saat berada di lokasi air terjun, Liris bersama rombongan mahasiswa KKN UGM dan kepala desa tempat lokasi KKN.
“Ada saksi mata melihat rombongan lain tenggelam. Tapi tidak beberapa lama kemudian Liris dan 3 temannya juga ikut tenggelam ketika membantu menolong rombongan tersebut. Hanya Liris yang kemudian meninggal,” kata Direktur Direktorat Pengabdian UGM Irfan Dwidya Prijambada Irfan.
Meskipun sudah sempat ditolong dan dibawa ke rumah sakit, nyawa Liris tidak dapat ditolong.
Korban langsung dibawa pulang ke Surabaya dengan bantuan dari pihak Universitas Gadjah Mada.
“Hari Jumat jenazah diterbangkan ke Surabaya dan kita siap menyambut hingga mengantarkannya ke rumah duka,” kata Irfan.
KKN Institut Teknologi Sumatera (2023)
Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) tewas usai hilang terbawa ombak di pantai Pekon Kerbang Dalam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) pada Rabu 5 Juli 2023.
Korban yang saat itu sedang melaksanakan KKN ditemukan mengambang di belakang SPBU Pekon Penengahan Kecamatan Pesisir Utara pada Sabtu 8 Juli 2023 pukul 08.00 WIB.
Koordinator SAR Tanggamus Roby Rusliansyah dalam keterangannya mengatakan korban ditemukan 5 kilometer dari titik lokasi kejadian.
”Lokasi ini berjarak sekitar 5 kilometer dari titik awal korban tenggelam,” ujar Roby kepada wartawan
Korban bernama Herry Isai Pangihutan Tobing (22), seorang Mahasiswa jurusan Teknik Geologi angkatan tahun 2019.
Kronologi bermula saat Mahasiswa KKN Itera yang berjumlah 5 orang bermain bola kaki di pantai pekon Kerbang dalam bersama sama remaja pekon Kerbang sebanyak 10 orang, sekitar pukul 15.30 WIB.
Kondisi hujan deras tiba-tiba membuat ombak besar datang dan langsung menyeret korban setelah bermain bola.
KKN Institut Maritim Prasetya Lampung (2025)
Tiga mahasiswa Institut Maritim Prasetya Lampung hanyut dan tenggelam saat berenang di sungai. Dua di antaranya ditemukan tewas, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Tiga pemuda nahas itu adalah Risky Kurniawan, 24 tahun, Ricky Anggara, 23 tahun dan Dedi Muhamad Sanjaya, 23 tahun. Keberadaan korban Dedi kini masih belum ditemukan oleh warga dan pihak berwajib.
Para korban tersebut merupakan mahasiswa yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari mengonfirmasi peristiwa nahas ini.
Dia menerangkan, insiden ini terjadi di bendungan Sungai Margo Dalem, Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, pada Senin 24 Februari 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, para korban terseret arus sungai yang tiba-tiba semakin deras ketika sedang asyik berenang.
"Peristiwa hanyutnya tiga mahasiswa ini terjadi di Desa Batu Menyan, Kabupaten Pesawaran. Dua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan," ujar Yuni, Senin (24/2).
Dua korban yang ditemukan tewas telah dievakuasi ke rumah sakit setempat dan pihak keluarganya sudah dihubungi. Sementara itu, korban yang masih hilang, Dedi, masih dalam pencarian.
KKN Universitas Negeri Gorontalo (2025)
Tragedi pilu dialami oleh 10 mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Universitas Negeri Gorontalo yang terseret luapan Sungai Dunggilata di Gorontalo. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/4) pukul 16.00 WITA.
Kronologi bermula saat para korban hendak melakukan pemetaan di sebuah gunung yang dimulai pukul 10.00 pagi. Mereka harus menyeberangi sungai yang saat itu mendadak deras sekitar pukul 16.00 WITA. Nahas tiba-tiba air bah besar datang dan 10 orang terpisah karena terjebak di tengah sungai.
Akibat peristiwa tersebut, tiga di antara 10 mahasiswa itu tewas, sedangkan tujuh orang lainnya selamat. Tiga korban tewas di antaranya adalah Sri Magfirah Mamonto, Alfateha Ahmadi, dan Regina Malaka. Sedangkan tujuh korban selamat mengalami luka-luka dan dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Tombulilato.
KKN Universitas Gadjah Mada (2025)
Kecelakaan laut yang melibatkan satu unit longboat berpenumpang 12 orang mahasiswa KKN UGM terjadi di Perairan Pulau Wahr Maluku Tenggara, Selasa (1/7/2025), sekitar pukul 14.00 WIT.
Pihak Basarnas Ambon yang menerima laporan pada pukul 15.40 WIT, langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.
Pos SAR Tual beserta unsur potensi SAR dikerahkan menggunakan Rigit Inflatable Boat menuju lokasi kejadian pukul 16.00 WIT pada koordinat 5°44'31.45"S - 132°40'8.34"E, jarak kurang lebih 22 Nautical Mile, dan Heading 209.10° arah Barat Daya dari Dermaga PSDKP Tual.
Menurut informasi yang diperoleh, jumlah penumpang yang awalnya dilaporkan tujuh orang diralat menjadi 12 orang dengan rincian 10 orang selamat, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon Maluku Muhamad Arafah, Rabu (2/7/2025) mengatakan, tim SAR gabungan bersama masyarakat setempat kemudian melakukan operasi pencarian terhadap satu orang korban lainnya di sekitar lokasi kejadian.
"Pada pukul 23.00 WIT, satu orang korban lainnya berhasil ditemukan oleh unsur masyarakat dalam keadaan meninggal dunia, kemudian dievakuasi oleh Tim SAR gabungan menuju Rumah Sakit Karel Sadsuitubun guna penanganan lebih lanjut," ucapnya.
Arafah menjelaskan longboat tersebut bertolak dari Desa Debut menuju Pulau Wahr dan terbalik di Perairan Maluku. Sementara korban yang selamat adalah Daeren Sakti Hermanu, Muhammad Arva Sagraha, Ridwan Rahardian Wijaya, Afifudin Baliya Pratista Halimawan, Maikel Letsoin (28), Marvel Letsoin (26), Mikel Mipuka (27), Atin Letsoin (16), serta Penus Letsoin (27).
Sedangkan dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjadi korban meninggal dunia kecelakaan laut tersebut bernama Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo.
Kedua jasadnya sudah ditemukan dan telah diserahkan ke rumah sakit Langgur.