BCA Ajak Mahasiswa Berkontribusi dalam Pengembangan Desa Wisata Melalui Genera-Z Berbakti 2026
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali membuka pendaftaran Genera-Z Berbakti 2026, mengajak mahasiswa berinovasi dan berkontribusi langsung dalam pengembangan desa wisata binaan Bakti BCA.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan masyarakat dan generasi muda melalui program Genera-Z Berbakti 2026. Inisiatif ini mengajak mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan desa wisata. Melalui program ini, BCA berharap dapat menumbuhkan nilai kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian sosial pada generasi muda.
Pendaftaran untuk program Genera-Z Berbakti 2026 telah dibuka dan akan berakhir pada 24 April 2026 mendatang. Mahasiswa diajak untuk mengimplementasikan ide-ide inovatif mereka. Kontribusi langsung ini akan dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta program pengabdian di desa wisata binaan Bakti BCA.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga bertujuan mempersiapkan pemimpin masa depan yang kompeten dan berintegritas. Harapannya, mereka mampu membawa dampak positif bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Mendorong Inovasi dan Kontribusi Mahasiswa Melalui Genera-Z Berbakti
Program Genera-Z Berbakti 2026 merupakan sarana penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah. Mereka dapat berkontribusi langsung dalam pengembangan potensi desa wisata. Hera F. Haryn menekankan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan lembaga pendidikan adalah bentuk gotong royong yang krusial.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Para peserta diwajibkan membentuk satu kelompok yang terdiri dari 10-12 mahasiswa. Kelompok ini harus berasal dari lintas program studi maupun fakultas, mendorong kerja sama multidisiplin.
Melalui Genera-Z Berbakti, BCA berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan desa wisata. Namun, juga untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli dan inovatif. Ini selaras dengan visi BCA dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Program ini juga merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses digelar pada tahun sebelumnya.
Pilihan Isu dan Lokasi Pengabdian Genera-Z Berbakti
Dalam menyusun proposal, peserta Genera-Z Berbakti dapat memilih maksimal dua isu fokus. Isu-isu tersebut meliputi pariwisata berkelanjutan, pengembangan UMKM, pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan/atau budaya. Pilihan isu ini memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk menyesuaikan proposal dengan keahlian dan minat mereka.
Selain itu, peserta juga diberikan kebebasan untuk menentukan lokasi kegiatan dari beberapa opsi desa wisata binaan Bakti BCA. Lokasi-lokasi tersebut mencakup Desa Wisata Kreatif Terong di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Ada juga Desa Wisata Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat.
Pilihan lokasi lainnya adalah Desa Wisata Patakbanteng di Wonosobo, Jawa Tengah, serta Desa Wisata Kakaskasen Dua di Tomohon, Sulawesi Utara. Keberagaman lokasi ini memungkinkan mahasiswa untuk memilih lingkungan yang paling sesuai. Mereka dapat memaksimalkan dampak positif dari program pengabdian mereka.
Jadwal Penting dan Dampak Positif Program Genera-Z Berbakti
Setelah periode pendaftaran yang berakhir pada 24 April 2026, tahapan selanjutnya adalah pengumuman finalis pada 30 April. Babak penjurian finalis akan dilaksanakan pada 16-17 Mei, diikuti dengan pengumuman pemenang. Jadwal yang terstruktur ini memastikan proses seleksi berjalan transparan dan efektif.
Kelompok pemenang akan mengikuti bootcamp dan pelepasan ke lokasi kegiatan pada pekan pertama Juli. Program pengabdian akan berlangsung di tiap lokasi hingga 6 Agustus 2026. Setelah itu, laporan dan presentasi akhir dijadwalkan pada pekan kedua Agustus.
Pada edisi 2025 lalu, Genera-Z Berbakti berhasil menarik lebih dari 250 proposal dari 98 perguruan tinggi negeri dan swasta. Empat tim terpilih saat itu berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Lampung (UNILA), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Keberhasilan ini menunjukkan antusiasme tinggi dari mahasiswa.
Sumber: AntaraNews