Bukan Thomas Stamford Raffles, Ternyata Orang Ini yang Pertama Menemukan Bangunan Candi Borobudur
Kisah penemuan Candi Borobudur melibatkan peran penting Tan Jin Sing, seorang bupati keturunan Tionghoa.
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron baru saja melakukan kunjungan bersejarah ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis, 29 Mei 2025.
Momen ini kembali membangkitkan rasa ingin tahu publik tentang sejarah penemuan candi Buddha terbesar di dunia itu. Banyak yang mengenal Thomas Stamford Raffles sebagai tokoh utama di balik penemuan kembali Borobudur.
Padahal, ada sosok lain yang berjasa besar dalam penemuan kembali candi ini, yaitu Tan Jin Sing. Lantas, siapakah Tan Jin Sing dan bagaimana perannya dalam penemuan Candi Borobudur? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Peran Tan Jin Sing dalam Penemuan Candi Borobudur
Tan Jin Sing juga dikenal sebagai Raden Luwar atau KRT Secodiningrat adalah seorang bupati Yogyakarta keturunan Tionghoa. Pada tahun 1812, ia bertemu dengan Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Dalam pertemuan tersebut, Tan Jin Sing menyampaikan informasi penting mengenai keberadaan sebuah candi besar di Desa Bumisegoro, dekat Muntilan. Informasi ini didapatkan dari mandornya, Rachmat, yang pernah melihat candi tersebut.
Rachmat bersama seorang penduduk setempat bernama Paimin kemudian membantu Tan Jin Sing membuka jalan menuju candi yang telah lama terkubur dan ditutupi semak belukar. Penemuan ini terjadi sekitar tahun 1813 dan menjadi titik awal dari penelitian dan pemugaran Candi Borobudur.
Meskipun Raffles seringkali disebut sebagai penemu Candi Borobudur, peran Tan Jin Sing sangat krusial dalam memberikan informasi awal yang mengarah pada penemuan kembali candi tersebut. Ia juga terlibat langsung dalam proses pembukaan akses menuju candi.
Thomas Stamford Raffles dan Pemugaran Candi Borobudur
Setelah mendapatkan informasi dari Tan Jin Sing, Thomas Stamford Raffles segera memerintahkan penyelidikan lebih lanjut terhadap Candi Borobudur. Ia menunjuk Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk memimpin upaya pembersihan dan penggalian candi tersebut.
Proses ini memakan waktu cukup lama karena candi tersebut tertutup oleh tanah dan vegetasi yang lebat. Raffles sendiri sangat tertarik dengan sejarah dan budaya Jawa. Ia melihat Candi Borobudur sebagai warisan berharga yang harus dilestarikan.
Selama masa jabatannya, ia memberikan perhatian khusus pada pemugaran candi ini, meskipun keterbatasan sumber daya dan waktu menjadi kendala. Upaya pemugaran yang dilakukan oleh Raffles membuka jalan bagi penelitian dan pemugaran yang lebih intensif di masa mendatang.
Pengabaian Peran Tan Jin Sing dalam Sejarah Borobudur
Sayangnya, peran Tan Jin Sing seringkali terabaikan dalam narasi sejarah penemuan Candi Borobudur. Banyak buku dan artikel sejarah yang hanya menyebutkan nama Raffles sebagai penemu candi ini, tanpa memberikan pengakuan yang layak kepada Tan Jin Sing.
Padahal, tanpa informasi dari Tan Jin Sing, Raffles mungkin tidak akan pernah tahu tentang keberadaan Candi Borobudur. Pengabaian ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk bias sejarah dan kurangnya dokumentasi yang memadai tentang peran Tan Jin Sing.