Ratusan Taruna Akademi Militer (Akmil) Tingkat II baru-baru ini menggelar aksi bakti sosial yang inspiratif. Mereka melakukan penebaran benih ikan nilem di Sungai Sileng, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Praja Bakti Taruna Tahun Ajaran 2025/2026.
Sebanyak kurang lebih 10 ribu ekor benih ikan nilem dilepaskan ke aliran Sungai Sileng yang berlokasi di kawasan Candi Borobudur tersebut. Aksi ini bertujuan mulia untuk melestarikan tradisi budaya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup. Harapannya, lingkungan sekitar dapat tetap asri dan ekosistem sungai terjaga.
Komandan Batalyon Taruna Tingkat II Akmil, Letkol Inf Satrio Budi Bowolaksana, menjelaskan bahwa kegiatan ini ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penebaran benih ikan ini juga menjadi bentuk nyata dari kegiatan teritorial yang melibatkan tokoh masyarakat setempat. Ini menunjukkan komitmen Akmil dalam berinteraksi langsung dengan rakyat.
Advertisement
Advertisement
Letkol Inf Satrio Budi Bowolaksana menegaskan bahwa tujuan utama dari penebaran benih ikan ini adalah melestarikan tradisi budaya dan lingkungan hidup. "Kita mengajak tokoh-tokoh masyarakat di sini, intinya kita memberikan dampak positif bagi masyarakat, kemudian memberikan kegiatan-kegiatan teritorial," ujarnya.
Inisiatif Taruna Akmil tebar benih ikan nilem ini tidak hanya berfokus pada aspek ekologi. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara institusi militer dengan komunitas lokal. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Penebaran benih ikan di Sungai Sileng ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ekosistem air tawar. Selain itu, kegiatan ini juga turut menjaga keasrian kawasan Borobudur yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Ini adalah upaya nyata dalam menjaga warisan alam dan budaya.
Advertisement
Advertisement
Kegiatan Praja Bakti Taruna Tingkat II ini diikuti oleh 440 taruna Akmil. Program ini dirancang untuk membekali para taruna dalam menghadapi Latihan Integrasi Taruna Wreda (Laksitarda). Laksitarda sendiri melibatkan seluruh Akademi TNI, IPDN, dan Akpol.
Melalui kegiatan sosial seperti ini, para taruna mempraktikkan langsung bakti mereka kepada negara. Mereka belajar berinteraksi dengan masyarakat dan memahami kebutuhan di lapangan. Pengalaman ini sangat berharga untuk membentuk karakter kepemimpinan yang berempati.
Letkol Inf Satrio Budi Bowolaksana menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran penting bagi para taruna. "Kegiatan ini memberikan pelajaran bagi para taruna bahwa TNI ini berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat," kutipnya. Filosofi ini menjadi landasan kuat dalam setiap pengabdian mereka.
Advertisement
Sumber: AntaraNews