Kemenbud Perkuat Pelestarian Budaya Melalui Kirab Pusaka Nusantara di Borobudur
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) sukses menyelenggarakan Kirab Pusaka Nusantara Tahun 2026 di Kawasan Borobudur, Jawa Tengah, sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya dan warisan hidup. Acara ini melibatkan ribuan peserta serta komunitas lokal, menega
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) sukses menggelar Kirab Pusaka Nusantara Tahun 2026. Acara penting ini berlangsung di Kawasan Borobudur, Jawa Tengah, pada hari Jumat, 18 April 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis Kemenbud untuk memperkuat pelestarian budaya sebagai warisan hidup (living heritage).
Kirab Pusaka Nusantara menjadi wadah ekspresi budaya yang mempertemukan tradisi, pusaka, dan partisipasi aktif masyarakat. Melalui kegiatan ini, Kemenbud berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif akan kekayaan budaya bangsa. Inisiatif ini selaras dengan visi pemerintah dalam memajukan kebudayaan Indonesia.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan apresiasinya terhadap suksesnya acara tersebut. Kirab ini melibatkan sekitar 1.000 peserta, termasuk perwakilan dari 20 desa penyangga kawasan Borobudur dan berbagai komunitas budaya.
Kirab Pusaka Nusantara: Perayaan Warisan Hidup Borobudur
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa kekuatan Borobudur tidak hanya terletak pada kemegahan candinya. Lebih dari itu, Borobudur juga kaya akan pusaka tradisi, nilai luhur, ritual, seni, adat istiadat, dan ingatan kolektif yang masih dijaga oleh masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Kirab Pusaka Nusantara 2026 menjadi bukti nyata bahwa Borobudur adalah sebuah 'living heritage'. Kegiatan keagamaan dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kemenbud berharap dapat menyelenggarakan lebih banyak kegiatan budaya serupa di masa mendatang.
Acara ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di kawasan Candi Borobudur dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. Partisipasi aktif masyarakat desa penyangga menunjukkan peran vital mereka dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya. Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah dan komunitas lokal.
Sinergi Komunitas dan Konservasi Budaya
Kirab diawali dari Gerbang Beringin, dilanjutkan dengan pawai budaya membawa pusaka menuju Pelataran Kenari. Rangkaian kegiatan meliputi doa lintas agama dan ritual budaya. Selain itu, terdapat penyerahan bibit konservasi sebagai simbol keberlanjutan pelestarian lingkungan dan budaya.
Penyerahan bibit konservasi ini menjadi simbol penting bagi keberlanjutan pelestarian lingkungan dan budaya. Acara ditutup dengan kenduri atau makan bersama (umbul bojono), yang merefleksikan nilai kebersamaan dan harmoni. Kegiatan ini memperkuat ikatan sosial antar peserta dan masyarakat.
Kemenbud berharap Kirab Pusaka Nusantara dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi budaya dunia. Borobudur diharapkan semakin dikenal dan ramah terhadap semua kalangan, termasuk disabilitas dan lansia.
Semangat gotong royong yang terjalin diharapkan terus berlanjut untuk memajukan bangsa. Keberadaan Candi Borobudur harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar dan seluruh Indonesia. Partisipasi aktif masyarakat desa penyangga diharapkan menjadi pondasi utama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.
Sumber: AntaraNews