Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Arca Buddha Terbesar di Indonesia Ternyata Ditemukan di Wonosobo, Usianya Diyakini Lebih Tua dari Borobudur

Arca Buddha Terbesar di Indonesia Ternyata Ditemukan di Wonosobo, Usianya Diyakini Lebih Tua dari Borobudur

Candi Bogang disebut tidak dilanjutkan pembangunannya karena fungsinya telah digantikan Candi Mendut

Pada tahun 1982, saat para pekerja bangunan hendak menggali pondasi bangunan di Wonosobo, mereka menemukan sebuah arca kepala Buddha berukuran raksasa.

Diyakini arca itu merupakan arca kuno Buddha terbesar di Indonesia. Kini kepala arca itu disimpan di Museum Karmawibhangga, Borobudur.

Laporan para pekerja itu kemudian ditindaklanjuti pemerintah. Mereka kemudian berhasil menemukan dan mengekskavasi badan arcanya.

Dilansir dari kanal YouTube Asisi Channel, segala usaha untuk memindahkan badan arca itu selalu berakhir gagal. Selain itu usianya diyakini lebih tua dari Borobudur.

Arca Buddha Terbesar di Indonesia Ternyata Ditemukan di Wonosobo, Usianya Diyakini Lebih Tua Dari Borobudur

Kini situs penemuan arca Buddha raksasa itu dinamakan Situs Candi Bogang, letaknya di Desa Selomerto, Wonosobo. Di sana ada dua arca yang dipahat monolit, atau dari satu batu utuh. Kedua arca itu ukurannya cukup besar.

Pada arca pertama, pahatan arcanya tampak kasar. Tampak mereka mengenakan Trisiwara, atau jubah tanpa jahitan dari tiga lembar kain.

Sosok tersebut adalah satu dari Panca Tatagata atau lima Buddha suci yang menjaga arah mata angin. Dia adalah Wairocana yang berada di pusat arah mata angin.

Arca Buddha Terbesar di Indonesia Ternyata Ditemukan di Wonosobo, Usianya Diyakini Lebih Tua Dari Borobudur

Sementara pada arca kedua, kedua tangannya hilang. Sulit didefinisikan ia Buddha yang mana. Tapi dari badannya, tampak bahwa busananya lebih mewah.

Selain itu, di situs Candi Bogang juga ditemukan tumpukan batuan kuno. Di tempat itu dulunya juga ditemukan lempeng emas beraksara yang kemungkinan adalah matra Buddha.

Ilmuwan Jacques Dumarcay menduga setelah Candi Mendut dibangun, Candi Bogang ditinggalkan.

Banyak masyarakat yang mengaitkan bahwa keberadaan situs tersebut dikaitkan dengan Kerajaan Holing Ratu Sima yang lebih tua dari Borobudur.

Padahal sebenarnya “Holing” bukan nama kerajaan, melainkan salah kaprah orang Tiongkok dalam menyebut Jawa. Oleh karena itu asumsi apakah situs ini lebih tua dari Borobudur masih harus dibuktikan lagi.

Pak Muslim, Juru Pelihara Candi Bogang, mengatakan bahwa sebelum ditemukan arca-arca tersebut, kawasan sawah warga di sana sudah dinamakan Candi Bogang.

Oleh karena itu, sebelum penemuan arca-arca tersebut, diperkirakan sudah ada temuan peninggalan benda-benda kuno di lokasi yang sama.

Hingga saat ini tidak banyak penjelasan mengenai Candi Bogang.

Catatan yang sedikit itu salah satunya berasal dari buku Jacques Dumarcay berjudul “Candi Sewu dan Sejarah di sekitarnya” yang menyebutkan bahwa Candi Bogang adalah candi yang tidak dilanjutkan pembangunannya, karena fungsinya kemudian dilanjutkan oleh Candi Mendut di Magelang.

Potret Lawas Candi Borobudur Tahun 1912, Menjulang di Pinggir Sawah & Penuh Ilalang
Potret Lawas Candi Borobudur Tahun 1912, Menjulang di Pinggir Sawah & Penuh Ilalang

Candi Borobudur menjadi salah satu tempat ikonik di Indonesia. Candi bercorak Buddha ini ternyata sudah ada sejak 1200 tahun yang lalu.

Baca Selengkapnya icon-hand
Peninggalan Buddha Terbesar Dunia Abad 9, Begini Penampakan Candi Borobudur Versi AI saat Ditemukan & Dipugar
Peninggalan Buddha Terbesar Dunia Abad 9, Begini Penampakan Candi Borobudur Versi AI saat Ditemukan & Dipugar

Sebuah foto AI memperlihatkan penampakan proses pemugaran Candi Borobudur.

Baca Selengkapnya icon-hand
Suku Pemberani dan Ahli Bangun Candi Ini Sudah Ada Sebelum Hindu Buddha Masuk Pulau Jawa, Kini Susah Ditemukan
Suku Pemberani dan Ahli Bangun Candi Ini Sudah Ada Sebelum Hindu Buddha Masuk Pulau Jawa, Kini Susah Ditemukan

Nenek moyang orang Jawa ini dikenal pemberani, mereka tak mau tunduk pada penguasa. Selain itu, mereka dikenal ahli bangun candi.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mengenal Genta Lonceng Zaman Hindu Buddha, Wajib Ada dalam Upacara Keagamaan
Mengenal Genta Lonceng Zaman Hindu Buddha, Wajib Ada dalam Upacara Keagamaan

Lonceng zaman Hindu Buddha ini punya fungsi penting yang hingga kini masih digunakan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Tampak Memprihatinkan, Begini Suasana Candi Borobudur Tahun 1968
Tampak Memprihatinkan, Begini Suasana Candi Borobudur Tahun 1968

Pada tahun itu, sebuah rencana besar-besaran disusun terhadap Candi Borobudur

Baca Selengkapnya icon-hand
Perjuangan Abdurrahman Baswedan Pasca Kemerdekaan Indonesia, Bawa Surat dari Mesir
Perjuangan Abdurrahman Baswedan Pasca Kemerdekaan Indonesia, Bawa Surat dari Mesir

Perjuangan Abdurrahman (AR) Baswedan bersama dengan Menteri Luar Negri H Agus Salim dalam mencari pengakuan dari negara lain atas kedaulatan negara Indonesia

Baca Selengkapnya icon-hand
Keyla Azzahra Purnama, Paskibraka Asal Sumsel Pembawa Baki saat Penurunan Bendera Merah Putih di Istana
Keyla Azzahra Purnama, Paskibraka Asal Sumsel Pembawa Baki saat Penurunan Bendera Merah Putih di Istana

Dalam upacara ini, Tim yang bernama Indonesia Jaya menjalankan tugasnya dalam penurunan bendera.

Baca Selengkapnya icon-hand
Di Rakerda APDESI Jabar, Prabowo Ingatkan Bahaya Lugu: Kita Tak Boleh Lagi Dibohongi Bangsa Lain
Di Rakerda APDESI Jabar, Prabowo Ingatkan Bahaya Lugu: Kita Tak Boleh Lagi Dibohongi Bangsa Lain

Indonesia, kata Prabowo, memiliki kekayaan alam untuk bisa menjadi negara yang kuat dan mandiri.

Baca Selengkapnya icon-hand
Sri Sultan HB X Tolak Usulan Prabowo Pindahkan Makam Pangeran Diponegoro ke DIY
Sri Sultan HB X Tolak Usulan Prabowo Pindahkan Makam Pangeran Diponegoro ke DIY

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengusulkan pemindahan makam Pangeran Diponegoro yang berada di Makassar ke Yogyakarta.

Baca Selengkapnya icon-hand