Fakta Unik Relief Lalitavistara di Candi Borobudur, Menceritakan Kehidupan Sang Buddha
Relief itu menghiasi lantai dua dinding Candi Borobudur
Relief itu menghiasi lantai dua dinding Candi Borobudur
Fakta Unik Relief Lalitavistara di Candi Borobudur, Menceritakan Kehidupan Sang Buddha
Di bangunan Candi Borobudur, tepatnya di bagian lantai dua, terdapat deretan relief yang menghiasi tembok-temboknya. Relief itu dikenal dengan nama “Latitavistara”.
Gambar-gambar pada relief itu membentuk rangkaian cerita yang mengisahkan kehidupan Sang Buddha.
Lantas seperti apa kisah-kisah Sang Buddha yang terdapat pada relief itu? Berikut ini adalah beberapa gambar relief beserta cerita terkait gambar itu, seperti dikutip dari situs Budaya-Indonesia.org:
“Di surga Tusita makhluk-makhluk swargi memberi petunjuk bahwa setelah Sang Buddha terus-menerus menyempurnakan diri sebagai Bodhisativa, telah tiba waktu baginya untuk lahir.”
“Dewa-dewa di seluruh tempat mendengarkan tentang kedatangan Bodhisativa yang akan segera terjadi di bumi.”
“Terlihat dewa-dewa yang turun ke bumi dan mengambil bentuk dan peran sebagai brahmana membantu persiapan kelahiran Boddhisativa ke bumi.”
“Boddhisativa akan lahir di daerah Waranasi dan dalam relief terlihat dewa-dewa pun turun ke sana untuk mewartakan kelahiran Yang Agung kepada ratusan pertapa yang menetap di tempat tersebut untuk mempersiapkan penyambutan.”
Relief ini menggambarkan ketika sebelum dilahirkan ke bumi, Boddhisativa mengajarkan dasar-dasar dharma, yaitu 108 Pintu Berkilau ke Dalam Dharma.
Relief ini menggambarkan keadaan di Surga Tusita sesaat sebelum lahirnya Buddha ke bumi di mana sang Boddhisativa menobatkan pada Boddhisativa Maitreya sebagai Buddha selanjutnya.
“Para dewa bermusyawarah bagaimana cara Boddhisativa akan masuk ke rahim ibunya.”
“Buddha akan lahir di keluarga Raja Suddhodana di Kapilawastu dari rahim istrinya Ratu Mayadewi. Relief ini menggambarkan saat Ratu belum menyadari takdirnya dan tengah meminta izin pada raja untuk menyepi dan berpuasa.”
“Para dewa turun beramai-ramai ke bumi untuk memberikan penghormatan pada sang Ratu yang akan menjadi ibunda sang Buddha.”
Relief ini menggambarkan persiapan para dewa yang turun ke bumi, membicarakan siapa yang akan mendampingi Boddhisativa turun ke bumi dan memberi penghormatan terakhir terhadap calon Buddha.