6 Tanda Pekerjaan Mulai Mempengaruhi Kesehatan Mental Anda
Tidak semua individu merasa puas dengan pekerjaan yang mereka jalani.
Tidak semua individu merasa puas dengan pekerjaan yang mereka jalani. Namun, terdapat perbedaan signifikan antara pekerjaan yang hanya menyebabkan stres dan pekerjaan yang benar-benar berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional.
Psikolog klinis Seth J. Gillihan, PhD, mengungkapkan bahwa ketika seseorang terjebak dalam pekerjaan toxic, hal ini dapat memiliki konsekuensi jangka panjang bagi kesehatan mental mereka. Dampak tersebut dapat berupa gangguan tidur, peningkatan tingkat stres, serta perubahan perilaku dan kondisi fisik yang tidak menguntungkan.
Berbagai faktor dapat menyebabkan seseorang merasa bahwa lingkungan kerja mereka tidak mendukung kesehatan mental. Tekanan dari tugas yang berlebihan, pekerjaan yang bersifat monoton, klien yang sulit dihadapi, atau bahkan interaksi dengan atasan dan rekan kerja yang tidak menyenangkan dapat menciptakan suasana yang tidak nyaman.
Berikut adalah beberapa indikator bahwa pekerjaan Anda mulai memengaruhi kesehatan mental:
1. Kesulitan Merasakan Suasana Positif di Tempat Kerja
Anda mungkin merasa bahagia saat berada di luar kantor, tetapi perasaan tersebut seolah menghilang saat memasuki kantor atau ketika memikirkan hal-hal terkait pekerjaan. Ketika membahas tentang kantor, Anda malah merasa cemas, tegang, dan lelah secara emosional.
2. Menghadapi Hari Senin Sering Kali Membuat Stres
Pada malam Jumat dan Sabtu, Anda mungkin dapat melupakan pekerjaan sejenak, tetapi saat malam Minggu tiba, perasaan gelisah dan cemas mulai menghampiri. Kecemasan ini bahkan dapat mengganggu interaksi dengan anggota keluarga, karena pikiran Anda terus terfokus pada hari Senin yang akan datang.
3. Sering Berkhayal Tentang Pensiun atau Berhenti Bekerja
Hal ini menjadi salah satu tanda bahwa Anda merasa jenuh dengan pekerjaan saat ini. Kecenderungan ini bisa menjadi sinyal bahwa Anda sudah lelah menghadapi tantangan yang ada dalam dunia kerja sehari-hari.
4. Kualitas Tidur Menurun
Lingkungan kerja yang beracun dapat berdampak negatif pada kualitas tidur seseorang. Beberapa individu merasakan pengaruhnya pada malam hari setelah menyelesaikan pekerjaan dari Senin hingga Jumat. Sementara itu, ada juga yang mulai merasakannya menjelang akhir pekan, ketika tekanan kerja mulai terasa lebih berat.
5. Tubuh Rentan Terhadap Penyakit
Banyak studi telah menunjukkan bagaimana stres yang berkepanjangan dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Ketika seseorang terus-menerus berada dalam keadaan stres, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit menjadi terganggu, sehingga meningkatkan risiko kesehatan.
6. Sering Mengambil Cuti Pribadi
Ada kalanya seseorang bangun pagi dan merasa tidak mampu untuk pergi bekerja. Meskipun sudah bersiap-siap dengan berpakaian dan sarapan, bayangan untuk pergi ke kantor bisa membuat perasaan mual dan pusing. "Hari ini aku lebih baik kerja dari rumah saja," adalah alasan yang sering diungkapkan oleh Gilihan ketika menghadapi situasi tersebut.