Polres Kudus Berikan Trauma Healing kepada Mahasiswa yang Terjatuh di Gunung Muria
Polres Kudus memberikan trauma healing kepada Jonatan, mahasiswa yang terjatuh di Gunung Muria, memastikan pemulihan fisik dan mentalnya pasca insiden pendakian yang menegangkan.
Kudus, 16 Mei (ANTARA) - Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada seorang mahasiswa yang mengalami insiden serius. Mahasiswa tersebut terperosok ke jurang saat melakukan pendakian di Pegunungan Muria, tepatnya di jalur setapak arah Argopiloso, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan pemulihan menyeluruh bagi korban, tidak hanya dari segi fisik tetapi juga mental. Insiden yang menegangkan ini membutuhkan penanganan khusus agar korban dapat kembali pulih sepenuhnya dan melanjutkan aktivitasnya.
Korban diketahui bernama Jonatan, berusia 20 tahun, seorang mahasiswa dari Fakultas ESKOM UMK. Jonatan, yang merupakan warga Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Loekmono Hadi Kudus setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Pendampingan Psikologis Pasca Insiden
Kapolsek Dawe Kudus, AKP Jajang Wiwoko, bersama sejumlah personel kepolisian dan tim konselor dari Bagian SDM Polres Kudus, secara langsung menjenguk Jonatan di RSUD Loekmono Hadi Kudus pada Sabtu (16/5). Dalam kunjungan tersebut, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban dalam kondisi sadar dan mampu berkomunikasi dengan baik, sebuah kabar baik mengingat beratnya insiden yang dialami.
Pemberian trauma healing ini memiliki tujuan krusial, yakni membantu memulihkan kondisi mental Jonatan pasca kejadian tragis saat mendaki di kawasan Gunung Muria. Pendampingan psikologis ini sangat penting untuk mengatasi potensi dampak trauma yang mungkin timbul akibat insiden tersebut.
Kapolsek menegaskan bahwa pendampingan psikologis akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Polisi bersama konselor dari Bagian SDM Polres Kudus akan memastikan kondisi korban terus dipantau selama menjalani perawatan di rumah sakit, baik secara fisik maupun psikologis, demi pemulihan yang optimal.
AKP Jajang Wiwoko menambahkan, kehadiran polisi di sini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap korban. Hal ini sekaligus untuk memastikan bahwa seluruh proses pemulihan berjalan dengan maksimal, mencakup aspek fisik dan mental, agar Jonatan dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Imbauan Keselamatan Pendakian
Menyikapi insiden terjatuhnya mahasiswa di jalur pendakian Gunung Muria, pihak kepolisian mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat. Masyarakat yang memiliki rencana untuk melakukan aktivitas pendakian, baik di Pegunungan Muria maupun lokasi lainnya, diminta untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam setiap kegiatan pendakian. Hal ini mencakup persiapan kondisi fisik yang prima, membawa perlengkapan pendakian yang memadai, serta memahami rute dan medan yang akan dilalui. Keselamatan diri harus menjadi prioritas utama di setiap langkah pendakian.
Kapolsek juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan potensi bahaya di jalur pendakian. Dengan persiapan yang baik dan sikap yang hati-hati, risiko terjadinya insiden serupa dapat diminimalisir.
Polisi berharap agar seluruh pendaki dapat menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga. Dengan meningkatkan kesadaran akan keselamatan dan mengikuti prosedur yang benar, aktivitas pendakian dapat dinikmati dengan aman dan nyaman bagi semua pihak.
Sumber: AntaraNews