5 Pola Makan dan Gaya Hidup yang Dapat Menyebabkan Wasir atau Ambeien
Mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat menyebabkan timbulnya wasir atau ambeien. Apa penyebabnya? Mari kita simak penjelasan dari dokter.
Faktor genetik dan usia dapat berkontribusi terhadap terjadinya wasir atau ambeien. Namun, kondisi yang dikenal secara medis sebagai hemoroid ini sering kali dipicu oleh pola dan gaya hidup sehari-hari. Menurut Dr. Franky Mainza Zulkarnain, seorang dokter spesialis bedah, terdapat beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena (varises) di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Di antaranya adalah:
- Mengejan saat buang air besar akibat sembelit atau saat mengangkat beban berat.
- Kebiasaan duduk dalam waktu lama yang dapat memberikan tekanan pada rektum.
- Kehamilan, di mana tekanan dari rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah di area panggul, sehingga menghambat aliran darah.
- Obesitas atau kelebihan berat badan yang menambah tekanan pada pembuluh darah.
- Konsumsi makanan pedas yang berlebihan dapat merangsang gerakan usus menjadi lebih cepat, sehingga meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dan memicu pelebaran.
Sayangnya, banyak orang yang cenderung mengabaikan benjolan wasir yang hanya muncul saat buang air besar dan bisa kembali masuk dengan sendirinya.
"Padahal, hemoroid yang tidak segera ditangani dapat mengganggu aktivitas sehari-hari," ungkap dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah - Puri Indah Jakarta dalam keterangan tertulisnya.
Ciri Gejala Wasir yang Perlu Dikenali
Ia juga menyarankan agar segera mengunjungi dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut jika mengalami gejala wasir. Gejala tersebut antara lain:
- Rasa gatal, nyeri, atau perih di area anus.
- Darah merah segar pada tisu, kloset, atau feses.
- Muncul benjolan atau tonjolan di sekitar anus.
- Lendir atau feses yang keluar setelah buang air besar.
- Rasa nyeri saat buang air besar.
- Pembengkakan di sekitar anus yang sensitif dan membesar saat mengejan.
Segera mencari bantuan medis adalah langkah penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Dengan mengenali gejala-gejala ini, Anda dapat mengambil tindakan yang tepat dan mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Penanganan Wasir
Franky menjelaskan bahwa penanganan wasir akan disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dialami pasien. Untuk kondisi wasir yang masih ringan, biasanya dapat sembuh dengan sendirinya melalui perawatan sederhana atau perubahan gaya hidup.
Hal ini meliputi peningkatan konsumsi makanan berserat, memperbanyak asupan cairan, menghindari mengejan terlalu keras, serta tidak duduk terlalu lama.
"Sitz bath (terapi berendam air hangat) dapat dilakukan pada stadium awal untuk melenturkan pembuluh darah dan memperbaiki katup vena," ungkap Franky.
Namun, jika pasien mengalami gejala berat seperti pendarahan disertai nyeri hebat, penanganan medis dengan obat atau tindakan dari dokter sangat diperlukan.
Terapi operatif menjadi pilihan untuk hemoroid stadium 3 dan 4. Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain adalah Hemorrhoidectomy konvensional, Rubber band ligation, Skleroterapi, dan Doppler-guided Hemorrhoidal Artery Ligation - Recto Anal Repair (Dg-HAL RAR).
Selain itu, ada juga metode lain seperti Radiofrekuensi, Bipolar electrocoagulation, Spaler, Biological Electrical Impedance Auto-Measurement (BEIM), dan Laser Hemorrhoidoplasty (LHP) yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan pasien.
Apa yang Dimaksud dengan LHP Dalam Penanganan Wasir?
Franky menjelaskan bahwa LHP adalah prosedur operasi minimal invasif yang dilakukan pada hemoroid, baik internal maupun eksternal, dengan memanfaatkan laser diode. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengurangi jaringan hemoroid tanpa menyentuh area anoderm, serta merekonstruksi anatomi secara alami.
Prosesnya berlangsung sekitar satu jam dan diawali dengan pasien yang mendapatkan bius total, ditambah dengan bius lokal di area sekitar anus. "Alat pemancar laser fiber kemudian dimasukkan ke dalam hemoroid untuk mengempiskannya. Tindakan laser selesai dilakukan ketika hemoroid sudah tereduksi sebanyak 40-60 persen," katanya.