Ternyata Ini Penyebab WhatsApp Web Tidak Bisa Scroll
Beberapa pengguna melaporkan bahwa WhatsApp Web mengalami masalah, sehingga mereka tidak dapat menggulir layar obrolan. Apa yang menyebabkan hal ini?
Sejumlah pengguna WhatsApp Web mengeluhkan adanya masalah yang menghambat mereka untuk scroll (menggulir) layar obrolan. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Mengutip dari Hindustan Times pada Selasa (9/9/2025), para pengamat teknologi mencatat bahwa gangguan pada WhatsApp Web ini sering kali muncul setelah pengguna membuka panel stiker atau emoji di dalam obrolan. Beberapa pengguna melaporkan bahwa me-refresh (memuat ulang halaman) dapat menjadi solusi sementara untuk mengatasi masalah ini. Selain itu, beberapa pengguna WhatsApp lainnya menyarankan untuk tidak menggunakan stiker sampai perbaikan bug resmi dirilis.
Masalah WhatsApp Web error sebenarnya bukanlah hal yang baru. Beberapa utas di Reddit pada tahun lalu juga pernah membahas masalah yang sama. Pengguna melaporkan keluhan mengenai pergeseran layar yang 'melompat' secara acak atau layar chat yang tidak bergeser saat digulir. Solusi yang pernah dibagikan pada waktu itu meliputi mengubah ukuran jendela peramban atau menekan tombol "Alt" saat menggulir. Sampai berita ini ditayangkan, Meta, sebagai induk WhatsApp, belum memberikan pernyataan resmi mengenai masalah ini.
Keluhan pengguna di platform X
Awalnya, beberapa pengguna mengira bahwa masalah yang mereka alami disebabkan oleh perangkat pribadi, khususnya roda tetikus (mouse), sehingga mereka terpaksa menggulir riwayat chat secara manual. Namun, setelah itu, banyak pengguna menyadari bahwa kesalahan pada WhatsApp Web terjadi secara umum.
Keluhan mengenai masalah ini juga banyak disampaikan oleh pengguna WhatsApp di platform X.
"Ini whatsapp web kenapa ga bisa scroll?," tanya @bucl***.
"Capek banget sama whatsapp di web ga bisa di scroll terus, harus refresh beberapa menit kemudian ga bisa lagi," ungkap @mut***.
"Fitur scroll di whatsapp web ga bisa huffftt, sangat sangat menghambat mobilitas," tambah @sif***.
Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan ini cukup mengganggu bagi pengguna yang mengandalkan WhatsApp Web untuk berkomunikasi.
Ratusan pengguna WhatsApp menjadi korban spionase. Siapa saja yang terlibat dalam kasus ini?
Di sisi lain, WhatsApp telah mendeteksi serangan siber spionase yang sangat canggih, yang memanfaatkan celah keamanan dalam aplikasi WhatsApp serta perangkat Apple untuk meretas target-target tertentu. Dalam sebuah pernyataan singkat yang dirilis baru-baru ini, WhatsApp menginformasikan bahwa mereka telah menambal kerentanan yang memungkinkan para peretas mengeksploitasi dua celah pada perangkat Apple dan mengambil alih kendali perangkat tersebut.
Menurut WhatsApp, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Senin (1/9/2025), kurang dari 200 pengguna di seluruh dunia diperkirakan terpengaruh oleh serangan ini. Seorang peneliti dari Amnesty International, Donncha O'Cear Total, menyatakan bahwa timnya telah mulai mengumpulkan data forensik dari korban yang mungkin terlibat. Dalam unggahan di platform X, O'Cear Total menyebutkan bahwa tanda-tanda awal menunjukkan bahwa peretasan ini menargetkan pengguna iPhone dan Android, termasuk individu dari kelompok masyarakat sipil.
"Ini terlihat tidak hanya berdampak pada WhatsApp, tetapi juga kemungkinan aplikasi lain," tulis O'Cear Total. Temuan ini menyoroti meningkatnya ancaman terhadap privasi dan keamanan digital bagi pengguna WhatsApp, terutama bagi para aktivis, jurnalis, dan masyarakat sipil yang seringkali menjadi sasaran pengawasan.
WhatsApp telah meluncurkan fitur baru yang bernama Writing Help
Menurut laporan dari Android Police, WhatsApp telah meluncurkan fitur inovatif yang dinamakan Writing Help. Fitur ini bertujuan untuk membantu pengguna dalam menyusun pesan dengan lebih baik. Writing Help sangat bermanfaat bagi mereka yang sering merasa kesulitan atau canggung saat merangkai kata dalam pesan, baik itu untuk percakapan pribadi maupun dalam grup. Dengan adanya fitur terbaru dari WhatsApp ini, proses komunikasi diharapkan dapat berlangsung dengan lebih mudah, lancar, dan nyaman bagi semua pengguna.
Fitur Writing Help WhatsApp ini didukung oleh teknologi mutakhir yang dikenal sebagai Private Processing. Dalam laporan teknis yang diterbitkan oleh Meta, mereka menjelaskan bahwa "Teknologi ini memastikan pesan disempurnakan tanpa pernah dibaca oleh siapa pun." Hal ini menunjukkan komitmen WhatsApp untuk menjaga privasi penggunanya sambil tetap memberikan kemudahan dalam berkomunikasi. Dengan demikian, pengguna dapat merasa lebih percaya diri dalam menyampaikan pesan mereka tanpa khawatir akan privasi yang terancam.
Fitur Writing Help dirancang dengan cara yang sangat mudah dipahami. Ketika fitur ini diaktifkan pada akun pengguna, mereka akan melihat ikon pensil yang muncul di bagian penulisan pesan saat mulai mengetik. Apabila pengguna mengklik ikon tersebut, WhatsApp akan memberikan opsi untuk mengubah nada dari pesan yang sedang ditulis. Pilihan yang ditawarkan mencakup perubahan nada agar terdengar lebih profesional, lebih mendukung, atau bahkan lebih humoris, sesuai dengan keinginan pengguna. Saat ini, fitur ini masih dalam tahap peluncuran awal dan hanya dapat diakses oleh pengguna di Amerika Serikat serta "beberapa negara lain," dengan dukungan yang terbatas pada bahasa Inggris. Namun, Meta telah berkomitmen untuk segera memperluas jangkauan fitur ini ke lebih banyak lokasi dan bahasa di seluruh dunia.