Fitur Baru WhatsApp Web: Panggilan Suara dan Video Kini Tersedia
WhatsApp kini menyediakan fitur panggilan suara dan video di WhatsApp Web, sehingga pengguna dapat melakukan panggilan langsung melalui browser di PC.
WhatsApp kini telah menambahkan dukungan untuk melakukan panggilan video dan suara melalui aplikasi webnya yang dapat diakses di perangkat komputer dan lainnya.
WhatsApp Web menjadi pilihan praktis bagi pengguna untuk mengirim pesan langsung dari komputer tanpa perlu menginstal aplikasi WhatsApp.
Meskipun sebelumnya fungsinya hanya terbatas pada pengiriman pesan teks, kini pembaruan tersebut telah meningkatkan kemampuannya.
Seperti yang dilaporkan oleh WABetaInfo, WhatsApp sedang meluncurkan fitur panggilan suara dan video yang dapat diakses langsung melalui browser.
Dengan adanya pembaruan ini, pengguna WhatsApp Web akan dapat melakukan panggilan tanpa harus berpindah ke aplikasi di ponsel atau desktop, sehingga membuat pengalaman berkomunikasi semakin mudah dan fleksibel.
Menurut 9To5Google pada Selasa (10/2/2026), pengguna dapat melakukan panggilan dengan menggunakan tombol "Suara" dan "Video" yang ditampilkan dengan jelas.
Namun, laporan media menyebutkan bahwa fitur ini masih dalam tahap pengembangan untuk memastikan pengalaman pengguna yang lebih stabil dan minim gangguan saat digunakan secara luas. Proses penyempurnaan yang sedang berlangsung membuat fitur panggilan ini belum sepenuhnya tersedia di semua aplikasi web.
Saat ini, pengguna hanya dapat memulai panggilan melalui ruang obrolan individual. Fitur ini juga mendukung berbagi layar, tetap menjaga enkripsi ujung-ke-ujung, dan dapat digunakan di berbagai platform, termasuk Linux yang hingga saat ini belum memiliki aplikasi desktop WhatsApp resmi.
Meskipun waktu rilis fitur ini secara luas masih belum diketahui, kehadirannya dianggap sebagai tambahan yang sangat dinantikan oleh pengguna.
Perkenalkan Fitur Keamanan Baru
Sebelumnya, WhatsApp meluncurkan fitur bernama Advanced Account Protection. Fitur ini ditujukan bagi pengguna yang berada dalam kategori berisiko tinggi dan sering kali menjadi sasaran serangan siber yang canggih.
Kelompok yang dimaksud termasuk jurnalis, aktivis, dan tokoh publik yang rentan terhadap serangan spyware atau kejahatan siber lainnya.
Konsep fitur ini mirip dengan Mode Lockdown pada iPhone dan Advanced Protection di Android, di mana pengguna dapat mengunci akun mereka dengan pengaturan yang lebih ketat hanya dalam beberapa langkah mudah.
Ketika fitur keamanan WhatsApp ini diaktifkan, beberapa pengaturan akun akan secara otomatis disesuaikan ke tingkat perlindungan yang paling tinggi.
Aplikasi akan memblokir lampiran dan media dari pengirim yang tidak ada dalam daftar kontak. Selain itu, panggilan dari nomor yang tidak dikenal akan dibisukan atau dimatikan.
Beberapa pengaturan lainnya juga akan dibatasi untuk mengurangi celah yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang.
Seperti yang dilaporkan oleh TheHackerNews pada Rabu (28/1/2026), perusahaan induk Facebook dan Instagram ini menyatakan bahwa sistem keamanan WhatsApp memungkinkan pengguna untuk meningkatkan keamanan akun mereka secara instan tanpa harus mengatur setiap opsi satu per satu.
Fitur ini dapat diakses melalui menu Pengaturan > Privasi > Lanjutan.
Meta juga menginformasikan bahwa fitur ini akan diluncurkan kepada pengguna WhatsApp di seluruh dunia dalam beberapa minggu mendatang.
Dengan adanya fitur ini, diharapkan pengguna dapat merasa lebih aman dan terlindungi dari ancaman kejahatan siber yang semakin berkembang.
Instagram, Facebook, dan WhatsApp akan Tawarkan Layanan Langganan Premium
Di sisi lain, WhatsApp, Instagram, dan Facebook berencana untuk segera menguji layanan berlangganan premium.
Model berbayar ini merupakan bagian dari eksperimen besar yang dilakukan oleh raksasa media sosial tersebut dalam rangka menciptakan model bisnis baru yang berbasis layanan premium.
Dengan menawarkan akses ke fitur-fitur kecerdasan yang lebih luas dan canggih, mereka berharap dapat menarik lebih banyak pengguna.
Mengutip dari BBC pada Selasa (27/1/2026), paket berlangganan ini akan memberikan pengguna sejumlah kemampuan tambahan yang tidak bisa didapatkan di versi gratis.
Fitur-fitur tersebut akan dirancang untuk meningkatkan pengalaman berkomunikasi, menciptakan konten, dan mengelola aktivitas di dalam platform.
Walaupun menawarkan layanan berbayar, Meta menegaskan bahwa akses ke fitur utama di Instagram, Facebook, dan WhatsApp akan tetap tersedia tanpa biaya.
Langganan premium ini bersifat opsional bagi pengguna yang ingin mendapatkan kemampuan tambahan yang berbasis kecerdasan buatan.
Dalam rangka uji coba ini, Meta juga akan meluncurkan aplikasi pembuatan video baru yang disebut Vibes. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengguna mewujudkan ide-ide kreatif mereka melalui alat visual yang berbasis AI.
Vibes pertama kali diumumkan pada bulan September lalu sebagai bagian dari pembaruan aplikasi Meta AI.
Menurut laporan dari TechCrunch, Meta berencana untuk mengintegrasikan teknologi dari Manus, sebuah perusahaan AI asal China yang diakuisisi pada bulan Desember dengan nilai sekitar USD 2 miliar, setara dengan Rp 336 triliun.