Temuan Ini Menguak Teka-teki Bintang Pertama di Alam Semesta Terbentuk
Berikut penjelasan ilmuwan yang berhasil menemukan jawaban teka-teki bintang pertama terbentuk.
Berikut penjelasan ilmuwan yang berhasil menemukan jawaban teka-teki bintang pertama terbentuk.
Temuan Ini Menguak Teka-teki Bintang Pertama di Alam Semesta Terbentuk
Para ilmuwan menangkap fenomena aneh di cincin Einstein ketika menggunakan teleskop ruang angkasa, James Webb Telescope (JWST).
Mereka menemukan molekul tertua bernama Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAS).
Hal ini seakan-akan menjawab teka-teki tentang pembentukan bintang pertama sejak 1,5 miliar tahun setelah peristiwa Big Bang, dan membenarkan prediksi Einstein mengenai pembentukan alam semesta.
Mengutip dari INVERSE, Rabu, (11/10), menurut Jane Rigby, ilmuwan yang mengoperasikan JWST, molekul yang dikenal sebagai PAS ini berbentuk gumpalan besar dengan sifat karsinogenik.
Para astronom lainnya kemudian berpendapat, bahwa PAS biasanya terlibat dalam proses kondensasi gas dan debu untuk pembentukan bintang.
Namun, para beberapa ilmuwan masih belum sepenuhnya yakin akan hal ini. James Spilker, salah satu peneliti dari makalah terbitan Nature, mengatakan, hampir seluruh alam semesta terdiri dari hidrogen dan helium.
“Namun, entah bagaimana ada pembentukan bintang pertama,”
James Spilker, peneliti fenomena ini.
Analisis Ilmuwan
Beberapa ilmuwan kemudian menanggapi dengan anggapan bahwa, pada awal pembentukan bintang, alam semesta usianya masih sangat muda.
Sehingga, galaksi di alam semesta besar kemungkinan dapat membentuk bintang dengan cepat dibandingkan dengan yang dilakukan oleh Bima Sakti saat ini.
Akan tetapi, penjelasan ini juga masih belum sepenuhnya dapat dikatakan benar.
Sebab, menurut Spilker, molekul PAS terlalu kompleks untuk dijelaskan, apalagi terkait pembentukannya di ruang hampa. Oleh karena itu, Spilker menggunakan salah satu teori berdasarkan bintang yang menua.
“Saat bintang mati, mereka mulai mengempis dan menjadi sangat mengembang, kemudian lapisan terluarnya hampir tidak dapat ditahan oleh gravitasi. Jadi lapisan luar tersebut mulai melayang dan mendingin saat bergerak semakin jauh. Dan kami pikir di sanalah banyak molekul kaya terbentuk,”
James Spilker, peneliti fenomena ini.
Jika penjelasan tersebut benar adanya, maka PAS dapat dipastikan sebagai petunjuk bahwa setelah 1,5 miliar tahun dari peristiwa Big-Bang, alam semesta sudah berusia sekitar 10% dari usia alam semesta pada saat ini, dan sudah mulai membentuk bintang jauh lebih awal dibanding yang ditemukan oleh para astronom.