Seorang YouTuber Terancam Penjara Gara-gara Review Produk
Kasus ini menimbulkan kontroversi karena menyentuh wilayah hukum yang dianggap "abu-abu" antara ulasan teknologi.
Seorang YouTuber asal Italia yang dikenal dengan nama kanal Once Were Nerd kini tengah menghadapi ancaman hukuman pidana serius setelah pemerintah Italia menuduhnya melanggar hukum hak cipta lewat ulasan produk konsol game genggam buatan pihak ketiga (third-party).
Kasus ini menimbulkan kontroversi karena menyentuh wilayah hukum yang dianggap "abu-abu" antara ulasan teknologi dan promosi pembajakan digital.
Mengutip Android Authority, Senin (21/7), dalam video klarifikasi yang diunggah ke kanal YouTube-nya, sang YouTuber menceritakan bagaimana pada April 2025 lalu aparat penegak hukum Italia mendatangi kediamannya dengan membawa surat penggeledahan. Akibat penggerebekan tersebut, lebih dari 30 perangkat handheld gaming, satu unit ponsel pribadi, serta rekaman komunikasi dengan sejumlah manufaktur perangkat turut disita.
Tuduhan resmi yang dilayangkan kepadanya adalah “mempromosikan pembajakan digital”, yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap Undang-Undang Hak Cipta Italia. Perangkat-perangkat yang ia review memang berasal dari pengembang tidak resmi, dan dalam banyak kasus, konsol jenis ini dijual dengan ROM game bajakan bawaan, terutama dari publisher besar seperti Nintendo dan Sony.
YouTuber tersebut menegaskan bahwa semua video review yang ia buat tidak disponsori, dan tidak mengandung link afiliasi atau promosi pembelian. Konten yang ditayangkan, menurutnya, hanya membahas kemampuan teknis dari perangkat—tanpa merekomendasikan atau menyarankan penonton untuk mengunduh game bajakan.
Namun, pihak otoritas tetap menganggap bahwa eksposur terhadap perangkat tersebut, apalagi disertai deskripsi keunggulan sistemnya yang kompatibel dengan berbagai game retro, secara tidak langsung mendorong konsumsi konten ilegal.
Jika terbukti bersalah, sang kreator konten berpotensi dijatuhi hukuman penjara hingga tiga tahun, serta denda maksimal 30 juta Lira Italia—setara sekitar Rp325 juta. Lebih jauh, kanal YouTube miliknya juga berisiko ditutup secara permanen, yang berarti karier dan sumber penghasilannya dapat lenyap.