Perbandingan Baju Antariksa NASA dan Space X, Mana yang Lebih Canggih?
Baju antariksa SpaceX dan NASA memiliki desain dan fungsi berbeda. Lantas, apa bedanya?
Ketika Jared Isaacman melakukan perjalanan wisata ke ruang angkasa dan melakukan ‘moonwalk’ dari pesawat ruang angkasa SpaceX, publik memperhatikan betapa modernnya baju antariksa yang ia kenakan.
Berbeda dengan baju antariksa NASA yang besar dan tebal, SpaceX EVA memiliki desain ramping yang terlihat futuristik. Namun, perbedaan desain ini mencerminkan tujuan masing-masing baju antariksa dalam menghadapi kondisi luar angkasa.
Mengutip FastCompany, Jumat (20/9), baju ruang angkasa NASA dirancang untuk misi luar angkasa jangka panjang, memberikan perlindungan optimal bagi astronot yang melakukan pekerjaan berat selama 8 jam atau lebih di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Baju ini memiliki sistem dukungan hidup portabel yang canggih, melindungi astronot dari suhu ekstrem dan serpihan mikrometeoroid. Sementara itu, SpaceX EVA dirancang untuk durasi singkat dan berfokus pada kenyamanan serta mobilitas, cocok untuk perjalanan antariksa singkat.
SpaceX menggunakan bahan dari proyek Falcon dan Dragon, dengan lapisan logam Faraday untuk melindungi dari medan listrik eksternal, namun masih mengandalkan sistem dukungan kehidupan dari pesawat Dragon.
Perbedaan dalam Fabrikasi
NASA menggunakan bahan tahan lama seperti Kevlar dan Nomex untuk ketahanan maksimum, sementara SpaceX mengutamakan fleksibilitas dengan material modern yang memungkinkan lebih banyak mobilitas.
Tampilan Teknologi
Baju SpaceX EVA dilengkapi dengan Heads-Up Display (HUD) yang memberikan data real-time, sedangkan NASA masih mengandalkan visor besar dengan pelindung UV berlapis emas.
Ke depannya, kedua baju antariksa akan terus berkembang, dengan SpaceX berencana memproduksi secara massal untuk misi Mars, sementara NASA fokus memperbarui baju ruang angaksanya agar lebih ringan dan fleksibel untuk misi jangka panjang.