Kisah Rehan Masuk Unhas Makassar Tanpa Tes Usai Temukan Celah Keamanan NASA, Hitungan Detik Bobol Situs Prodi
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, mengaku terkesima dengan kecepatan dan ketepatan Rehan dalam mengoperasikan sistem.
Universitas Hasanuddin Makassar memberikan “golden ticket” kepada Rehan, siswa SMA Negeri 8 Pinrang, Sulawesi Selatan, yang sebelumnya mencuri perhatian karena menemukan celah keamanan sistem milik NASA. Kemampuan Rehan di bidang teknologi informasi semakin mencuri perhatian setelah ia mendemonstrasikan aksinya meretas situs salah satu program studi di Unhas hanya dalam hitungan detik.
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, mengaku terkesima dengan kecepatan dan ketepatan Rehan dalam mengoperasikan sistem.
"Rehan sempat demonstrasikan kemampuannya membobol sistem IT. Hanya dalam hitungan detik, dengan kecepatan 10 jari sangat cepat, Rehan berhasil bobol website salah satu prodi di Unhas," ujarnya kepada wartawan di Gedung Rektorat Unhas, Rabu (6/5).
Langsung Lolos Tanpa Tes dan Akses ke Program Internasional
Sebagai bentuk apresiasi, Unhas memberikan jalur khusus bagi Rehan untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa melalui tes. Ia akan diterima di Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik pada tahun akademik 2026/2027.
"Kebijakan ini menjadi bentuk nyata keberpihakan institusi terhadap talenta muda berprestasi yang lahir dari berbagai latar belakang," kata Prof JJ, sapaan akrab Rektor Unhas.
Tak hanya itu, Unhas juga membuka peluang lebih luas bagi Rehan untuk mengembangkan potensinya. Ia akan mendapatkan akses ke berbagai program unggulan, termasuk peluang double degree di luar negeri serta kolaborasi internasional.
"Ini bukan yang terakhir. Unhas akan terus memfasilitasi minat dan bakat generasi muda. Anak-anak Indonesia memiliki mimpi besar, dan kami percaya mereka mampu menjadi pelopor di bidang informatika maupun bidang lainnya, serta mampu bersaing dengan negara lain,” tambahnya.
Pesan Rehan untuk Generasi Muda
Rektor menilai capaian Rehan yang diperoleh melalui proses belajar otodidak menjadi bukti bahwa potensi besar dapat lahir dari siapa saja, tanpa bergantung pada latar belakang.
"Momentum ini diharapkan menjadi inspirasi luas, sekaligus pengingat bahwa ruang-ruang pembelajaran dapat menjadi etalase lahirnya talenta unggul bangsa," ucapnya.
Rehan sendiri menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan dan berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi.
“Saya berterima kasih atas kesempatan ini. Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus belajar dan berkembang,” jelas Rehan.
Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu mengasah potensi, meski menghadapi berbagai keterbatasan.
“Untuk teman-teman, jika memiliki bakat, teruslah dikembangkan. Jangan pesimis hanya karena keterbatasan, termasuk faktor ekonomi,” pungkasnya.