Mahasiswi penyandang disabilitas, Eprisa Nova Rahmawati, berhasil menorehkan prestasi gemilang di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Ia lulus dengan predikat magna cum laude dari Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Sains. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan berprestasi.
Momen penting ini terjadi saat Wisuda Ke-77 UMP yang diselenggarakan pada Sabtu, 20 September, di Auditorium Ukhuwah Islamiyah. Eprisa, yang berasal dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,77. Ia bahkan didaulat untuk menyampaikan pesan dan kesan sebagai perwakilan wisudawan, memukau hadirin dengan kisahnya.
Perjalanan akademik Eprisa tidaklah mudah, namun beasiswa penuh dari Rektor UMP, Jebul Suroso, menjadi penyelamat. Dukungan ini memungkinkannya melanjutkan studi meskipun sempat merasa putus asa dan hampir menyerah. UMP juga menjadi rumah kedua yang ramah bagi mahasiswa disabilitas, memberikan ruang untuk berkembang secara optimal.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Aplikasi untuk Petani: Memudahkan Deteksi Penyakit Tanaman
Dalam menyelesaikan studinya, Eprisa Nova Rahmawati tidak hanya fokus pada akademik semata, tetapi juga menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia mengembangkan aplikasi berbasis kamera yang dirancang khusus untuk mendeteksi penyakit pada daun tomat. Aplikasi ini merupakan bagian dari penelitian skripsinya.
Melalui inovasi tersebut, Eprisa berharap dapat membantu para petani, khususnya petani pemula, dalam mengidentifikasi kondisi tanaman mereka. Petani kini dapat dengan mudah mengetahui jenis penyakit yang menyerang tanaman tomat hanya dengan memindai daun menggunakan kamera gawai. Ini adalah solusi praktis untuk masalah yang sering dihadapi petani.
"Tujuan saya ingin memudahkan petani agar bisa langsung mengenali penyakit tanaman secara praktis," kata Eprisa. Latar belakang keluarganya sebagai petani turut memotivasi Eprisa untuk menciptakan solusi teknologi yang relevan dan aplikatif di sektor pertanian. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian.
Advertisement
Advertisement
UMP: Kampus Ramah Disabilitas dan Wadah Pengembangan Bakat
Eprisa menegaskan bahwa UMP adalah kampus yang sangat mendukung mahasiswa disabilitas. Ia merasa tidak ada perbedaan perlakuan dan memiliki hak serta kesempatan yang sama untuk meraih mimpi. "Inilah kampus yang ramah bagi mahasiswa disabilitas, di mana kami tidak merasa berbeda, di mana kami memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih mimpi setinggi-tingginya," ujarnya.
Selain berprestasi di bidang akademik dan inovasi teknologi, Eprisa juga memiliki bakat seni yang luar biasa. Ia menyalurkan minatnya melalui lukisan, bahkan menggelar pameran tunggal selama penyelenggaraan Wisuda Ke-77 UMP. Pameran tersebut menampilkan 20 karya lukisan yang merefleksikan pengalaman serta perasaan pribadinya, menunjukkan sisi kreatifnya.
Rektor UMP, Jebul Suroso, dalam sambutannya saat wisuda, secara khusus menyoroti kisah inspiratif Eprisa. Ia memuji Eprisa yang mampu menyelesaikan studi dan menciptakan aplikasi bermanfaat meskipun memiliki keterbatasan fisik. Rektor menekankan bahwa UMP adalah lembaga pendidikan universal yang ramah bagi siapa pun, tanpa memandang perbedaan.
Advertisement
Advertisement
Kisah Inspiratif yang Menggugah Semangat
Rektor Jebul Suroso mengutip filsuf Tiongkok, "Ketika seseorang bisa menyelesaikan keterbatasannya dengan kreatif dan tekad yang kuat, maka bisa dipastikan dia akan mencapai kemenangan dengan jalan yang tidak terduga." Kutipan ini sangat relevan dengan perjalanan Eprisa Nova Rahmawati, yang telah menunjukkan ketekunan dan semangat luar biasa.
Pencapaian Eprisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, setiap individu dapat mencapai potensi maksimalnya. Kisahnya juga memperkuat citra UMP sebagai institusi pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi semua mahasiswanya. Total wisudawan UMP pada Wisuda Ke-77 mencapai 2.113 orang, termasuk tujuh mahasiswa internasional.
Sumber: AntaraNews
Advertisement