Penemuan Makam Viking di Denmark ungkap Keberadaan Raja Bluetooth
Para pekerja konstruksi secara tidak sengaja menemukan lokasi pemakaman Viking yang diduga terkait dengan Raja Bluetooth. Apakah hal ini benar?
Pekerja konstruksi yang sedang melakukan penggalian di daerah utara Aarhus, Denmark, sekitar enam kilometer, secara tidak sengaja menemukan sebuah situs makam Viking.
Temuan yang diperkirakan berasal dari paruh kedua abad ke-10 ini diduga memiliki hubungan langsung dengan salah satu penguasa paling terkenal di Denmark, yaitu Raja Harald "Bluetooth" Gormsson.
Nama Raja Bluetooth sendiri diambil sebagai penamaan fitur nirkabel yang banyak digunakan pada ponsel pintar dan perangkat modern saat ini.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Museum Moesgaard, situs ini terdiri dari sekitar 30 kuburan yang menyimpan berbagai artefak dan harta karun, yang mencerminkan beragam lapisan sosial pada masa itu.
Penemuan ini termasuk kotak berbenang emas, mutiara, koin, keramik, serta sepasang gunting yang kemungkinan dimiliki oleh seorang wanita bangsawan yang berpengaruh pada masa tersebut.
Mengutip dari Popular Science pada Senin (23/6/2026), kotak berbenang emas tersebut dianggap sebagai penemuan yang sangat langka, karena merupakan contoh ketiga yang terkonfirmasi dari jenis artefak tersebut.
Selain artefak, sisa-sisa manusia seperti tulang dan gigi juga ditemukan di lokasi penggalian, bersama dengan kuburan yang lebih kecil dan sederhana, yang kemungkinan menjadi tempat peristirahatan para pekerja budak dari keluarga elit.
"Temuan ini menggambarkan lingkungan aristokrat yang terhubung dengan kekuasaan kerajaan, dan merupakan bagian dari dunia Viking yang luas dan dinamis," ungkap Kasper Andersen, seorang sejarawan Zaman Viking di Moesgaard.
Para arkeolog menduga bahwa situs pemakaman ini mungkin berkaitan dengan lahan pertanian milik seorang bangsawan yang terletak kurang dari 1,05 kilometer dari lokasi temuan.
Perubahan Arus Budaya
Penemuan di bidang pertanian yang terjadi pada tahun 1980-an, diyakini berasal dari seorang earl atau pengelola Raja Harald Bluetooth, sosok legendaris pada masanya. Raja Harald Bluetooth, yang merupakan putra dari Raja Gorm yang Tua, memimpin Denmark dan Norwegia sekitar tahun 958 hingga 986 Masehi, dan diyakini mendapatkan julukan tersebut karena gigi yang mencolok.
Ia dikenal terutama karena perannya dalam menyebarkan agama Kristen di Denmark serta mengonsolidasikan kekuasaan di wilayah Jutland dan Zealand. Pengaruh budaya dan wilayah yang dibawa oleh Bluetooth terkenal diwakili oleh Batu Jelling, sebuah batu rune besar yang didirikan di kota Jelling oleh raja pada tahun 965 Masehi.
Monumen ini tidak hanya berfungsi untuk mengenang orangtuanya, tetapi juga mencatat pencapaiannya, yang sering disebut sebagai "Akta Kelahiran Denmark". Namun, penelitian arkeologis terbaru menunjukkan bahwa mungkin saja Bluetooth tidaklah yang pertama kali memperkenalkan agama Kristen ke kerajaannya, melainkan ia lebih kepada memformalkan pengakuan agama tersebut di tengah perubahan budaya yang sedang berlangsung.
Asal Usul Nama Fitur Bluetooth
Meskipun begitu, usaha Raja Harald untuk menyatukan tanahnya tetap menjadi perhatian utama dalam catatan sejarah Skandinavia. Pengaruhnya sangat besar sehingga pada tahun 1990-an, perusahaan telekomunikasi besar asal Swedia, Ericsson, memilih nama "Bluetooth" sebagai kode untuk teknologi yang bertujuan untuk "menggabungkan" industri komputer dan layanan seluler.
Nama ini akhirnya menjadi terkenal, dan telepon seluler Ericsson T39 diakui sebagai perangkat pertama yang dilengkapi dengan konektivitas Bluetooth saat diluncurkan pada tahun 2001. Ikon yang mudah dikenali ini, yang hingga kini masih digunakan, adalah rune Nordik untuk huruf "B", yang juga ditampilkan dengan jelas pada Batu Jelling milik Raja Bluetooth.