Negara ini Berlomba-lomba Membuat Matahari Buatan, Siapa Pemenangnya?
Banyak negara maju yang ingin membuat matahari buatan.
Banyak negara maju yang ingin membuat matahari buatan.
Negara ini Berlomba-lomba Membuat Matahari Buatan, Siapa Pemenangnya?
Pada 29 Februari, konsorsium organisasi Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional (ITER) dan Perusahaan Nuklir Nasional China (CNNC) sepakat untuk memulai perakitan bejana vakum reaktor fusi terbesar di dunia.
Bejana vakum yang berbentuk donat ini dibagi menjadi sembilan modul untuk memudahkan pemasangan dan dijadwalkan selesai dalam 35 bulan.
Dilansir dari laman SASAC, Selasa (28/5), ITER merupakan proyek rekayasa ilmiah internasional yang ambisius, bertujuan untuk mengembangkan pemanfaatan energi fusi secara damai.
Proyek ini juga melibatkan negara-negara lain, seperti Tiongkok, Uni Eropa, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, dan Amerika Serikat.
Tujuan utama ITER adalah mensimulasikan proses fusi yang terjadi di matahari, yang pada gilirannya dapat membuka jalan bagi operasi komersial fasilitas fusi nuklir terkendali.
Tiongkok bertanggung jawab atas pembuatan beberapa komponen utama fasilitas, seperti penyangga magnet, pengumpan magnet, dan sistem sumber listrik.
Kontribusi ini menunjukkan kekuatan dan kemampuan Tiongkok dalam teknologi nuklir dan tenaga nuklir.
Selama keterlibatannya dalam ITER, CNNC telah menjadi kekuatan utama dalam pengembangan teknologi nuklir di Tiongkok.
Perusahaan ini juga memainkan peran penting dalam memasang modul inti fasilitas tersebut. Penelitian jangka panjang dan pengembangan sumber energi fusi nuklir telah mendorong kemajuan signifikan dalam bidang ini di Tiongkok.
ITER, sebagai perangkat tokamak, dapat menghasilkan energi fusi yang besar, menjadikannya 'matahari buatan' terbesar di dunia. Keberhasilan proyek ini akan menjadi langkah besar dalam mengeksplorasi sumber energi baru yang berpotensi menggantikan bahan bakar fosil. Energi fusi menawarkan prospek energi yang lebih bersih dan berkelanjutan dan sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.