Reaktor fusi Korea, dikenal sebagai KSTAR mencatat kemajuan yang signifikan dalam eksperimen fusi nuklirnya.
Baru-baru ini, KSTAR berhasil memecahkan rekor dengan menjaga suhu fusi plasma pada level yang tinggi selama periode yang lebih lama, mencapai waktu hingga 48 detik dengan suhu sekitar 100 juta °C.
Perlu diketahui bahwa fusi nuklir yang menjadi sumber energi bagi bintang, memerlukan suhu yang sangat tinggi, jauh lebih panas daripada suhu inti matahari. Di Bumi, mencapai suhu yang dibutuhkan untuk menciptakan kondisi fusi memerlukan upaya yang besar.
Advertisement
Namun, dengan reaktor seperti KSTAR, para ilmuwan berhasil mencapai dan mempertahankan suhu yang sangat tinggi dalam jangka waktu yang semakin lama, membuka jalan bagi potensi energi fusi nuklir sebagai sumber energi yang aman dan berkelanjutan di masa depan.
Mengutip IFLScience, Rabu (3/4), KSTAR pertama kali mencapai ambang batas suhu fusi di 2018 dan sejak itu mereka terus melakukan peningkatan dalam kinerja dan durasi eksperimen.
Pencapaian terbaru mereka dalam menjaga suhu plasma selama hampir satu menit menjadi langkah yang signifikan dalam penelitian fusi nuklir.
Dengan pengembangan teknologi ini, para peneliti berharap untuk mencapai target operasional yang lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Advertisement
Eksperimen seperti KSTAR dan Joint European Torus (JET) memberikan wawasan dalam pemanfaatan fusi nuklir sebagai sumber energi di masa depan.
Kedua reaktor ini merupakan ujian bagi kemampuan manusia dalam mengendalikan fusi nuklir dan mengembangkan teknologi yang diperlukan untuk membuatnya menjadi sumber energi yang efisien dan berkelanjutan.
Pengembangan teknologi inti yang dilakukan oleh KSTAR juga memberikan dukungan bagi proyek-proyek fusi nuklir skala penuh seperti ITER dan DEMO.
Dengan pencapaian ini, para peneliti berharap dapat mengamankan teknologi yang diperlukan untuk operasi ITER dan pembangunan reaktor DEMO di masa depan.