Manusia Pertama Penerima Implan Otak dari Elon Musk Ini Tunjukan Keajaiban Bisa Main Catur
Alat Neuralink yang ditanamkan di dalam otak manusia memiliki ukuran sebesar satu koin logam yang cukup besar.
Alat Neuralink yang ditanamkan di dalam otak manusia memiliki ukuran sebesar satu koin logam yang cukup besar.
Manusia Pertama Penerima Implan Otak dari Elon Musk Ini Tunjukan Keajaiban Bisa Main Catur
Neuralink, perusahaan neuroteknologi milik Elon Musk, telah berhasil memungkinkan seseorang dengan kelumpuhan untuk bermain catur online dengan hanya menggunakan pikirannya. Dalam video siaran langsung di X/Twitter, Musk membagikan siaran langsung yang menunjukkan Noland Arbaugh, pasien Neuralink dengan kelumpuhan, bermain catur online dengan menggerakkan kursor komputer melalui pikirannya, seperti dikutip dari BBC dan Indy100, Jumat (22/3).
Noland Arbaugh mengalami kelumpuhan pada tubuhnya dari bagian bahu ke bawah pada tahun 2016. “Saya tidak memiliki sensasi atau gerakan di bawah tingkat cedera [bahu] saya,” ucap Arbaugh dalam video siaran langsung.
Pada bulan Januari tahun ini, Arbaugh menerima implan otak dari Neuralink untuk membantu keadaannya. Dengan demikian, ia berperan sebagai manusia pertama yang menerima implan otak dari Neuralink.
Alat Neuralink yang ditanamkan di dalam otak manusia memiliki ukuran sebesar satu koin logam yang cukup besar. Alat tersebut ditanamkan di dalam tengkorak manusia.
Dilengkapi dengan kabel mikroskopis, alat tersebut dapat membaca dan merekam aktivitas neuron di dalam otak.
Nantinya, pembacaan tersebut akan dikirimkan secara nirkabel dalam bentuk sinyal kepada unit penerima di luar tubuh.
Selain bermain catur online dengan pikirannya, Arbaugh juga menggunakan teknologi Neuralink sehingga ia dapat bermain gim Civilization VI selama berjam-jam.
“Operasinya sangat mudah,” kata Arbaugh dalam video siaran langsung.
Meskipun demikian, ia juga berkata bahwa teknologi ini belum sempurna dan dalam pengaplikasiannya telah mengalami beberapa masalah sehingga masih banyak peningkatan yang perlu dilakukan.
Kemajuan yang dialami oleh Arbaugh ini sejalan dengan visi Neuralink yang ingin menghubungkan otak manusia dengan komputer untuk membantu mengatasi kondisi neurologis yang rumit.
Neuralink menjadi salah satu perusahaan dari banyak perusahaan danlembaga pendidikan lain yang mengembangkan dan yang, pada akhirnya, mengkomersialisasikan teknologi ini.