Kurang dari sebulan yang lalu, Neuralink mengumumkan bahwa chip otak-komputernya telah disetujui untuk pengujian pada manusia.
Namun, mengutip Reuters via GizChina, Jumat (1/3), melaporkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menemukan bahwa perusahaan tersebut gagal menyimpan catatan percobaan pada hewan.
Advertisement
Penyelidik menemukan penyimpangan kendali kualitas di fasilitas penelitian hewan Neuralink di California. Namun, inspeksi serupa terhadap fasilitas di Texas tidak menemukan masalah.
Advertisement
Jerry L. Chapman, spesialis kualitas senior di Redica Systems.
Di antara masalah laboratorium yang ditemukan oleh inspektur FDA adalah hilangnya catatan kalibrasi instrumen, seperti pengukur pH yang digunakan dalam salah satu penelitian.
Dalam penelitian lain, tujuh instrumen, termasuk “monitor tanda-tanda vital,” tidak memiliki catatan kalibrasi. Neuralink melakukan eksperimen pada ratusan hewan, termasuk monyet.
Advertisement
Permasalahan lainnya adalah petugas penjaminan mutu tidak menandatangani laporan akhir penelitian dan tidak mendokumentasikan penyimpangan apa pun dari protokol atau prosedur operasi standar yang disetujui.
Saat ini, Neuralink sedang menjalani pengujian secara langsung untuk membantu pasien yang lumpuh akibat cedera tulang belakang atau amyotrophic lateral sclerosis (juga dikenal sebagai ALS) menggunakan perangkat otak-komputer untuk berkomunikasi kembali.
Pada bulan Desember 2022, penyelidik dari Departemen Pertanian AS (USDA) memeriksa potensi pelanggaran kesejahteraan hewan di Neuralink setelah karyawan internal mengeluh bahwa pengujian hewan dilakukan secara terburu-buru, sehingga menyebabkan penderitaan dan kematian yang tidak perlu.
Council for Responsible Medicine, sebuah kelompok advokasi kesejahteraan hewan, mengajukan pengaduan resmi ke Departemen Pertanian AS dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) atas tuduhan pelanggaran yang dilakukan Neuralink.
Advertisement