Karena Perkara Ini Italia Blokir DeepSeek dari Google dan Apple Apps Store
Otoritas perlindungan data Italia, Garante, telah mengambil langkah untuk memblokir DeepSeek.
Otoritas perlindungan data Italia, Garante, telah mengumumkan pemblokiran terhadap model kecerdasan buatan (AI) yang berasal dari Tiongkok, DeepSeek.
Menurut laporan dari laman CNA pada Jumat (31/1), pemblokiran ini dilakukan karena minimnya informasi mengenai penggunaan data pribadi.
Sejak Rabu (27/9/2025), DeepSeek tidak lagi tersedia di toko aplikasi Apple App Store maupun Google Play Store di Italia.
Langkah pemblokiran ini diambil setelah Garante meminta klarifikasi terkait data pribadi yang dikumpulkan oleh DeepSeek, termasuk sumber data tersebut, tujuan pengumpulannya, dasar hukum yang digunakan, dan apakah data tersebut disimpan di Tiongkok.
"Garante menilai informasi yang diberikan oleh perusahaan Tiongkok penyedia layanan chatbot untuk DeepSeek sama sekali tidak mencukupi," demikian pernyataan resmi dari Garante di situs web mereka.
Keputusan Italia untuk memblokir DeepSeek diambil demi melindungi data pengguna di negara tersebut. Selain itu, Garante menegaskan bahwa keputusan ini "berlaku segera" dan mereka juga telah memulai investigasi lebih lanjut.
Hingga saat ini, DeepSeek belum memberikan tanggapan resmi terkait masalah ini.
Menimbulkan Rasa Khawatir
Popularitas DeepSeek yang semakin meningkat juga diiringi dengan tuntutan akan transparansi dalam pengelolaan data oleh perusahaan tersebut. Aplikasi ini telah berhasil meraih posisi teratas dalam tangga unduhan di berbagai negara, mengalahkan ChatGPT dari OpenAI.
Kesuksesan chatbot ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan industri teknologi AS, termasuk pihak militer. Bahkan, Angkatan Laut AS secara eksplisit memperingatkan anggotanya untuk tidak menggunakan chatbot tersebut karena dianggap memiliki potensi risiko terhadap keamanan.
DeepSeek AI mengklaim bahwa data pengguna mereka disimpan di server yang aman di China dan dapat dibagikan dengan entitas afiliasi serta penyedia layanan.
Namun, Euroconsumers, sebuah koalisi kelompok konsumen Eropa, tetap meragukan kejelasan kebijakan ini dan menanyakan apakah DeepSeek benar-benar mematuhi Peraturan Perlindungan Data Uni Eropa (GDPR).
Perlu diketahui bahwa ini bukanlah pertama kalinya Italia mengambil tindakan serupa. Pada tahun 2023, Italia juga pernah melarang penggunaan ChatGPT karena kekhawatiran terkait perlindungan data pengguna dari layanan yang dimiliki oleh OpenAI.
Saat itu, OpenAI segera memenuhi tuntutan dari regulator dengan meningkatkan pemrosesan data, memberikan hak opt-out kepada pengguna, serta menerapkan verifikasi usia untuk melindungi anak-anak di bawah 13 tahun.
Tindakan ini menunjukkan bahwa regulasi terkait perlindungan data semakin ketat, dan perusahaan teknologi harus lebih berhati-hati dalam mengelola informasi pengguna mereka.