Alasan Keamanan, Korea Berencana Blokir DeepSeek
DeepSeek telah menarik perhatian signifikan sejak dirilis bulan lalu.
Kementerian Keuangan berencana untuk memblokir akses ke layanan kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) China, DeepSeek. Seorang pejabat kementerian pada mengatakan, rencana ini bakal dilakukan juga pembatasan di kalangan pejabat di tengah kekhawatiran pengumpulan data.
"Karena banyaknya masalah teknis yang muncul terkait DeepSeek dari dalam dan luar negeri, kami berencana untuk memblokir akses layanan tersebut pada PC yang terhubung ke jaringan eksternal," kata pejabat tersebut.
Dilansir The Korea Times, Keputusan tersebut merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk membatasi akses ke DeepSeek guna mencegah potensi kebocoran informasi penting melalui layanan AI generatif.
Pada hari Rabu, akses ke layanan tersebut dibatasi pada komputer di kementerian luar negeri, perdagangan, dan pertahanan di Korea. Seorang pejabat di kementerian unifikasi secara terpisah mengatakan pada hari Kamis bahwa kementerian juga berencana untuk memblokir akses ke layanan AI, tampaknya DeepSeek.
"Kementerian unifikasi (sejak 2023) melarang input data resmi yang dirahasiakan ke dalam semua AI generatif atas permintaan Badan Intelijen Nasional dan Kementerian Dalam Negeri," kata pejabat itu.
Ketika ditanya apakah kementerian akan memblokir akses ke DeepSeek, pejabat itu berkata, "Kami berencana untuk mengambil tindakan lanjutan dalam hari ini, termasuk memblokir akses," tanpa menyebutkan namanya secara langsung.
DeepSeek telah menarik perhatian signifikan sejak dirilis bulan lalu, mengesankan para pakar industri dengan kinerjanya yang tinggi dengan biaya yang relatif rendah jika dibandingkan dengan layanan pesaing.
Namun, kekhawatiran atas praktik keamanan dan pengelolaan datanya telah menyebabkan banyak negara meneliti dan memberlakukan pembatasan pada layanan tersebut.