Sebelum Diluncurkan, Pendiri DeepSeek AI Sempat Dipanggil Pemerintah China
Pendiri DeepSeek AI, Liang Wenfeng kabarnya dipanggil pemerintah sebelum meluncurkan platform tersebut.
Sebelum peluncuran, platform DeepSeek AI ternyata mendapatkan perhatian dari pemerintah China. Sebelum peluncuran model DeepSeek-R1 pada 20 Januari, pendiri DeepSeek AI, Liang Wenfeng kabarnya dipanggil pemerintah.
Mengutip BusinessTimes, Selasa (28/1), Liang diundang pemerintah untuk menghadiri simposium tertutup yang diadakan oleh Perdana Menteri Li Qiang.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di industri teknologi China. Dengan demikian, menandakan bahwa besarnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan teknologi lokal seperti DeepSeek untuk menguasai pasar dunia.
Langkah ini sejalan dengan strategi nasional China yang berupaya mengurangi ketergantungan pada inovasi teknologi dari luar negeri. DeepSeek menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan pendekatan tersebut.
Bagaimana tidak, kemunculan DeepSeek tak hanya mengguncang Nvidia, tetapi juga memengaruhi perusahaan-perusahaan lain yang menjadi bagian dari rantai pasok AI global. Dengan biaya operasional yang jauh lebih murah, DeepSeek membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan untuk mengakses teknologi AI yang lebih terjangkau.
Namun, situasi ini juga memberikan tekanan pada perusahaan besar untuk terus berinovasi guna mempertahankan posisi mereka di pasar. Jika DeepSeek terus berkembang, ini bisa menjadi ancaman nyata bagi dominasi perusahaan teknologi AS di sektor AI.
Kendati begitu, Dalam wawancara dengan Waves pada Juli 2024, Liang menyatakan bahwa ambisinya tidak sekadar mencari keuntungan cepat. Ia ingin membawa inovasi teknologi China ke garis depan global untuk menciptakan ekosistem yang lebih maju.
Langkah Liang untuk fokus pada penelitian dasar alih-alih keuntungan langsung dianggap berisiko tinggi. Dalam wawancaranya dengan 36Kr, Liang menyatakan bahwa pendirian DeepSeek didorong oleh rasa ingin tahu ilmiah, bukan motivasi komersial.
"Penelitian dasar memiliki rasio pengembalian investasi yang sangat rendah," ujar Liang.
"Investor awal OpenAI juga tidak memikirkan keuntungan langsung, melainkan hanya ingin mewujudkan hal ini," tambah dia.