Mantan Juara Dunia Ngakak Lihat OpenAI Lawan Grok Tarung Turnamen Catur, Responsnya Tak Terduga
Mantan juara dunia catur Magnus Carlsen kerap tertawa hingga menutup wajah melihat keputusan Grok 4 dalam bermain catur.
Duel sengit antara dua model AI besutan mantan rekan pendiri OpenAI, Elon Musk dan Sam Altman, berakhir dengan kekalahan telak bagi kubu Musk.
Model Grok 4 milik xAI tumbang 0-4 dari o3 milik OpenAI di final turnamen catur ekshibisi AI di Google’s Kaggle Game Arena, Kamis (7/8) malam waktu setempat.
Turnamen ini diikuti delapan model bahasa besar (LLM) serbaguna, di antaranya Gemini 2.5 Pro dan Gemini 2.5 Flash (Google), o4-mini (OpenAI), Claude 4 Opus (Anthropic), DeepSeek R1, dan Kimi k2 (Moonshot AI). Meski di awal laga Grok 4 tampil meyakinkan, performanya anjlok di final dengan sejumlah blunder fatal.
Mantan juara dunia catur Magnus Carlsen, yang menjadi komentator bersama grandmaster David Howell, kerap tertawa hingga menutup wajah melihat keputusan Grok 4 yang dinilai tak masuk akal.
“Ini seperti menonton pertandingan anak-anak. Semua partai dimainkan sampai habis,” ujar Carlsen ketika skor sudah 3-0 dikutip IndianExpress, Senin (11/8).
Dalam partai pertama, Grok 4 secara mengejutkan mengorbankan gajah pada langkah kedelapan, lalu menukar kuda dan pion sebelum kehilangan menteri.
Langkah-langkah aneh ini terjadi berulang di partai-partai berikutnya, termasuk blunder menteri di dua gim berbeda. Carlsen menilai kekuatan Grok 4 setara pemain ber-rating 800, jauh di bawah o3 yang ia perkirakan memiliki rating 1.200.
o3 memastikan gelar juara setelah menang di empat partai final. Gemini 2.5 Pro finis di posisi ketiga usai mengalahkan o4-mini. Carlsen juga mengkritik performa model lain seperti Claude yang dinilainya mengecewakan.
Pertarungan ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua kubu yang memiliki sejarah panjang. Musk dan Altman bersama-sama mendirikan OpenAI pada 2015, namun Musk keluar dan mendirikan xAI.
Tahun lalu, Musk bahkan menggugat OpenAI karena menilai Altman melanggar perjanjian awal untuk mengutamakan kepentingan publik.
Carlsen menilai, meski LLM telah menunjukkan kemajuan, kemampuannya di catur masih jauh tertinggal dari mesin khusus seperti AlphaZero atau Leela.
“o3 terlihat seperti pemain catur, sedangkan Grok hanya tahu aturan dan beberapa langkah pembukaan, tapi tidak lebih,” pungkasnya.